::

Kota San Francisco Masih Hutang 2,4juta ke Steve jobs

- Terlepas dari kebesaran namanya sebagai pendiriApple, Steve Jobs juga merupakan warga kota San Fracisco, AS. Ia punya kewajiban dan hak hukum yang sama dengan warga lain.

"Spotlight" terbaik OSCAR 2016

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Film Spotlight dinobatkan sebagai Best Picture dalam Academy Awards ke-88 yang dihelat di Dolby Theatre, Los Angeles, AS, Minggu (28/2/2016) malam atau Senin (29/2/2016) pagi waktu Indonesia.

TAkses Curang di blokir pelanggan Netflix ngambek

KOMPAS.com - Layanan on demand video streaming Netflix mulai memblokir akses melalui Virtual Private Network (VPN). Kebijakan tersebut membuat geram sebagian pelanggan yang tidak bisa lagi mengakses semua konten Netflix tanpa batas negara, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Selasa (1/3/2016) dariMashable.

This is default featured slide 4 titl

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label BANK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANK. Tampilkan semua postingan

Senin, April 25

Kapan Insentif NIM Perbankan Keluar? Ketua OJK: Mungkin Minggu Ini


Kapan Insentif NIM Perbankan Keluar? Ketua OJK: Mungkin Minggu Ini
Jakarta -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan merilis aturan insentif bagi perbankan yang siap menurunkan net interest margin (NIM). Aturan ini diharapkan bisa dirilis pekan ini.

"Mungkin minggu ini. Ya sedikit mundur diskusinya," kata Ketua OJK, Muliaman Hadad, ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/4/2016).

Muliaman mengatakan, insentif tersebut dirilis dengan mempertimbangkan NIM beserta Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) perbankan. 

"Saya kira subtansinya tidak berubah. Cuma lebih kepada isu legal saja. Jadi aturan apa yang mesti diubah. Pada satu level tertentu akan ada insentif, tapi kita berikan bantuan, kalau memenuhi itu kita kasih pendidikan, macam-macam lah," jelasnya.

Muliaman menambahkan, jika aturan tersebut sudah diumumkan pekan ini maka akan berlaku dengan segera. Bisa jadi berlakunya pada awal Mei 2016.

"Iya. Soalnya sudah selesai di RDK (Rapat Dewan Komisioner). Jadi tinggal drafting saja," ujarnya.

Aturan insentif ini bisa dimanfaatkan oleh perbankan atau tidak, tergantung dari keinginan si bank yang bersangkutan.

"Ini kan insentif, jadi mereka mau memanfaatkan insentif atau tidak. Insentif itu yang penting harus cukup mendorong minat," katanya.
(ang/dnl) 

Rabu, April 20

Bank Mandiri Ajak Bank Jerman Kucuri Kredit Proyek Infrastruktur


Jakarta -
PT Bank Mandiri Tbk melakukan kerja sama dengan lembaga pembiayaan proyek dan ekspor asal Jerman, KfW IPEX-Bank, mendorong pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.

Bank Mandiri dan KfW IPEX-Bank akan mengkaji berbagai alternatif skema pembiayaan infrastruktur yang dapat dilakukan, termasuk skema join loan, syndicated loan, ECA covered loan, dan corporate lending. Adapun proyek infrastruktur yang diincar antara lain transportasi dalam kota, pelabuhan dan bandara.

"Ini acara yang cukup penting bagi kami, kolaborasi dengan KfW IPEX-Bank untuk orang yang terlibat difinance industry tahu KfW cukup aktif kembangkan kooperasi cross border. Salah satu kesempatan kerja sama di pengembangan infrastruktur, pembangunan infrastruktur di Indonesia salah satu fokus utama untuk pertumbuhan ekonomi. Ada banyak di Bank Mandiri yang mau dieksplor dengan KfW ada toll road, seaports,airports, electricity, dan energy," kata Direktur Finance and Treasury Bank Mandiri, Pahala N Mansury, usai penandatangan kerja sama Bank Mandiri dengan KfW IPEX-Bank, di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Kerjasama ini dinilai cukup penting mengingat lembaga pembiayaan Jerman tersebut memiliki kapasitas permodalan dan pengalaman yang kuat di bidang infrastruktur sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk mempercepat pengadaan infrastruktur.

"Di samping skema pembiayaan, tentunya kami juga akan berdiskusi untuk mengidentifikasi dan menentukan proyek-proyek infrastruktur yang berpeluang untuk memperoleh pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik proyek," lanjut Pahala.

Pahala menambahkan, pembangunan infrastruktur telah menjadi salah satu fokus utama pembiayaan perseroan seiring dengan program Nawacita Kabinet Kerja. Komitmen itu direalisasikan antara lain melalui pembiayaan ke sektor konstruksi yang pada triwulan pertama 2016 telah mencapai Rp 19,5 triliun, tumbuh 2,3 % dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19,1 triliun.
(ang/ang) 
detik.com

Selasa, April 5

Buka Akses Bank RI, OJK Gandeng Bank of Thailand

 Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meningkatkan kerjasama di tingkat regional dengan Bank of Thailand (BoT) melalui penandatanganan Letter of Intent(LoI) mengenai kesepakatan atas penyusunan bilateral agreement sebagai implementasi ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) antara Indonesia dan Thailand. 

Penandatanganan LoI dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad dan Gubernur BoT Veerathai Santiprabhob di Bangkok, Thailand, Kamis (31/3/2016) ini.

Muliaman mengatakan, kerjasama ini selain bertujuan membuka jalan bagi industri jasa keuangan Indonesia mengembangkan bisnisnya di Thailand melalui kehadiran institusi perbankan di kedua yurisdiksi, juga untuk meningkatkan hubungan dagang antar kedua yurisdiksi. 

"Potensi bisnis di Thailand sangat besar karena Indonesia adalah mitra dagang nomor 3 Thailand. Kami mendukung pelaku industri keuangan Indonesia untuk mengembangkan bisnis ke Thailand untuk mendukung perdagangan antara Indonesia dan Thailand,” kata Muliaman, Kamis (31/3/2016).

Bilateral agreement merupakan bagian dari proses implementasi ABIF. Dengan dua negara anggota ASEAN melakukan negosiasi, berdasarkan prinsip timbal balik, terkait penetapan Qualified ASEAN Banks (QABs), dan akses pasar serta fleksibilitas operasional yang diberikan.

Implementasi ABIF akan mengacu pada prinsip yang telah disepakati para otoritas pengawas perbankan di seluruh Negara anggota ASEAN pada ABIF Guidelines, yaitu berorientasi pada output, komprehensif, progresif sesuai kesiapan masing-masing anggota, serta inklusif dan transparan. 

Salah satu fitur utama ABIF adalah keleluasaan bagi QAB untuk mendapatkan akses pasar dan fleksibilitas operasional dari otoritas tuan rumah (host authority) berdasarkan asas timbal balik.  Lebih lanjut, QAB dapat menikmati perlakuan yang sama dengan bank lokal pada yurisdiksi host authority.

Muliaman menambahkan, OJK mendukung upaya institusi perbankan untuk mengembangkan usaha ke Thailand melalui penyusunan bilateral agreement, dan akan diikuti penyusunan Nota Kesepahaman antara OJK-BoT pada area pengawasan lintas batas, dalam waktu dekat.

Nota kesepahaman dengan BoT ini merupakan amanat dari UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK), yang mengamanatkan OJK untuk melakukan kerjasama dengan otoritas pengawas Lembaga Jasa Keuangan di negara lain, serta organisasi internasional dan lembaga internasional lainnya.

Kerjasama itu antara lain pada kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan, dan pertukaran informasi di bidang pengaturan serta pengawasan Lembaga Jasa Keuangan dengan menekankan prinsip resiprokal dan berimbang. (Yas/Nrm)
    sumber=Liputan6.com

Presiden Jokowi Minta BPD Membentuk Holding

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan industri perbankan Indonesia efisien, termasuk juga Bank Pembangunan Daerah (BPD). Ini untuk meningkatkan daya saing sektor perbankan nasional di era Pasar Bebas ASEAN.

Keinginan Jokowi ini sekaligus menjawab pertanyaan Ketua Asosiasi Perbankan Daerah (Asbanda) Kresno Sediarsi‎ dalam acara dialog publik bersama Presiden Jokowi yang diadakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI).

"Kita ini kan berhadapan dengan persaingan. Saya kira BPD yang ada, tapi tergantung pemiliknya yaitu gubernur. Memang sebaiknya bangun sinergi holding, tidak bekerja sendiri-sendiri," kata Jokowi di Balai Kartini, Rabu (30/3/2016).

Dengan adanya holding BPD ini, dikatakan Jokowi, akan membantu BPD daerah-daerah lain‎ yang sulit mengembangkan bisnisnya. Selain itu, pengalaman BPD yang memiliki kapitalisasi besar layaknya Bank DKI bisa menularkan budaya kerja yang baik ke BPD yang lain.

Jokowi juga meminta BPD tidak boleh kalah dengan BUMN, yang nantinya juga akan dilakukan penyederhanaan dengan membentuk Super Holding.

"BUMN saja akan kita holding-kan semua. Tahun ini ada enam holding paling tidak yang akan lahir, karena dengan itu untuk investasi, untuk modal akan lebih mudah," tegas dia.

Dengan semakin efisiennya BPD ini, nantinya akan meningkatkan daya saing BPD dengan bank-bank konvensional, terutama dari segi pelayanan dan besaran bunga yang selama ini diterapkan.‎ (Yas/Nrm)
sumber=Liputan6.com

Indonesia butuh Ribuan Analis Finansial Bersertifikat CFA

 Jakarta - Pertumbuhan industri pasar modal nasional dan jumlah penduduk Indonesia yang besar masih belum diimbangi dengan penetrasi dan kesadaran masyarakat akan investasi dalam pasar modal. Untuk itu dibutuhkan banyak analis finansial yang mendapat sertifikasi CFA (Chartered Financial Analyst) untuk mengembangkan pasar modal di Tanah Air di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

President CFA Society Indonesia Pahala N Mansury mengatakan, pasar modal Indonesia sangat potensial untuk berkembang. Untuk itu sangat diperlukan analis pemegang sertifikat CFA untuk memajukan pasar modal, namun jumlahnya saat ini di Indonesia masih sangat kurang.

“CFA sangat diperlukan untuk membantu menganalisa dalam pengambilan keputusan keuangan. Namun, jumlah pemegang sertifikat di Indonesia masih sangat kecil bahkan relatif sama dengan Srilanka yang market cap-nya lebih kecil dari Indonesia,” kata Pahala 
diJakarta, Sabtu (2/4/2016).

Dengan semakin banyaknya pemegang sertifikat CFA maka diharapkan akan dapat mendorong pertumbuhan investor domestik di Indonesia. Terutama dalam penetrasi pasar dan juga memberikan pemahaman terkait bagaimana berinvestasi di pasar modal dengan baik dan benar.

Board of member CFA Indonesia, Edhi Widjojo menjelaskan, saat ini pemegang CFA di Indonesia hanya 170 orang. Jumlah tersebut seharusnya bisa lebih besar karena potensi yang ada di pasar modal Indonesia.

"Seharusnya dengan jumlah dan kapasitas market Indonesia yang besar jumlah CFA ideal nya seharusnya 1.000 orang. Sebab bila di compare dengan Singapura jumlahnya sudah 2.500 orang dan Hong Kong 5.000 orang," ujar Edhi.

Minat generasi muda
Terlepas dari masih rendahnya pemegang sertifikat CFA, Vice President CFA Indonesia, Triono Soedirdjo mengungkapkan bahwa saat ini minat untuk mendapatkan CFA mulai meningkat. Terutama di dominasi oleh generasi muda yang umumnya masih di bangku kuliah.

Untuk mendapatkan sertifikat CFA sendiri cukup mengikuti pendidikan dengan modul dan mengikuti ujian akhir setiap satu tahun sekali untuk setiap tingkatan. Tingkatan pendidikannya sendiri ada tiga tahap plus dengan pengalaman kerja selama satu tahun.

Bahkan Triono mengungkapkan pemegang sertifikat CFA memiliki tingkatan yang sama dengan gelar Master of Business Administration (MBA) namun lebih di cari oleh perusahaan karena standarnya yang lebih tinggi dan jaminan akan kualitas karena berstandar internasional.

Pemegang CFA sendiri tidak terbatas hanya di pasar modal namun juga bisa di , konsultan, perbankan, perusahaan sekuritas dan lainnya.

"Orang Indonesia yang sudah memiliki CFA lingkup kerjanya tidak terbatas di Indonesia, namun lebih banyak yang ke luar negeri, seperti di Dubai, Eropa, Ameria atau negara lainnya. Sebab dengan memegang sertifikat CFA sudah menjadi suatu jaminan tersendiri bagi suatu perusahaan," jelas Triono. (Gdn/Ndw)

Dorong Transaksi Non-Tunai, BCA Gandeng Pengelola Tol Cipali

 Jakarta - Tren penggunaan transaksi non-tunai di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pun tak jauh berbeda. Transaksi non-tunai di bank swasta terbesar di Indonesia tersebut mengalami pertumbuhan yang tinggi. 

Senior GM Grup Consumer Head Bank BCA Santoso menjelaskan, pengguna transaksi non-tunai lewat kartu Flazz BCA di Indonesia mengalami pertumbuhan cukup signifikan. "Pengguna kartu Flazz di Indonesia 8,5 juta kartu, naik dari tahun 2015 lalu 6,7 juta kartu. Tahun depan kami prediksi naik 20 persen," ujarnya usai mengikuti launching Kerja Sama dan Peresmian Kartu Flazz PT Bank Central Asia di Pintu Gerbang Tol Cikopo, Kamis (31/3/2016).

Dikatakan, dari data pertumbuhan transaksi tahun 2015 sebesar 50 persen dari dengan nilai Rp 870 miliar. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2015, pertumbuhan transaksi mencapai 120 persen.

Dijelaskan, dari hasil analisis penggunaan transaksi, penggunaan kartu transaksi non-tunai digunakan untuk hubungan transportasi. Seperti di Trans-Jakarta, tol dalam kota, hingga parkir. "Kami melihat average di Tol Cipali sangat bagus dan berpotensi. Meski memang yang melintas di Cipali masih kebanyakan mobil truk dan bus," ucapnya.

Kegiatan transaksi non-tunai juga menjadi solusi nasabah yang membutuhkan layanan pembayaran tunai dengan nilai yang kecil. Ini juga, katanya, sebagai langkah dan dukungan perbankan kepada pemerintah dalam memperkuat industri berbasis transportasi. "Apalagi pemerintah canangkan transaksi non-tunai kami dan program itu sangat kami dukung," ujarnya.

Dalam kerja sama dengan Tol Cipali ini, pihaknya memberikan layanan cash management, pembayaran nasabah, serta kolaborasi dalam pembiayaan.

Dia berharap kerja sama ini dapat memberi kenyamanan kemudahan dua belah pihak. Selain itu, dapat memberi keuntungan bagi pengelola jalan tol itu sendiri. "Yang penting tidak sulit sediakan uang tunai, kembalian, hasil penjualan langsung kredit ke rekening," ujarnya.

Dalam launching tersebut, BCA menargetkan peningkatan transaksi naik 5 persen dari umumnya. "Sepanjang transaksi di Cipali Rp 35 ribu sampai 50 ribu per hari. Kalauaverage belum tahu, target juga tidak spesifik hanya sediakan pelayanan saja, tapi akan jadi akumulasi agar volume penggunaan flazz naik atau transaksi non-tunai naik," katanya.

Sementara itu President Director PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Tol Cipali, Datuk Ir Mohd Zulastri Mohd Amin, mengatakan sejak pembukaan Tol Cipali tahun 2015 lalu, sekitar 6,5 juta kendaraan berbagai jenis sudah banyak melintas. "Tol Cipali menjadi akses yang efisien dari waktu lebih singkat. Ini mampu menjadi solusi dari semua sektor, terutama bisnis," ujarnya.

Keberadaan Cipali mempermudah akses waktu pengiriman logistik dari Jakarta ke arah Jawa. Apalagi, masyarakat Jakarta yang akan berlibur maupun mudik. "Kami pun berharap dukungan penuh agar akses dan pelayanan Tol Cipali semakin diminati pengendara," harapnya. (Panji Prayitno/Gdn)

Data Diintip, Nasabah Dapat Puasa Belanja Pakai Kartu Kredit

 Jakarta - Jika Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mendapat keuntungan dari membuka data kartu kredit nasabah, perbankan justru mengkhawatirkan terjadinya penutupan besar-besaran kepemilikan kartu kredit. Nasabah pun diperkirakan menahan belanja atau konsumsi dengan kartu kredit.
"Bisa jadi membuat orang takut belanja, akhirnya menurunkan transaksi penggunaan kartu kredit. Dampak lain yang lebih dahsyat nasabah bisa menutup rekeningnya," tegas Pengamat Perpajakan dari Universitas Indonesia, Ruston Tambunan saat dihubungiLiputan6.com, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Ruston menilai, nasabah sangat mungkin 'puasa' menggunakan kartu kredit dan beralih bertransaksi belanja melalui kartu debit. Kartu debit dapat dipakai untuk bertransaksi tunai, termasuk belanja. Dananya berasal dari simpanan tabungan, bukan utang seperti kartu kredit.
 "Mungkin dia puasa dulu menggunakan kartu kredit. Orang yang punya uang tinggal pakai debit, nah debit dari uang tabungan, itu masuk kategori simpanan yang menjadi rahasia bank. Justru orang yang punya kartu kredit itu orang yang punya uang, bukan mau ngutang," kata dia.  

Ia menuturkan, inilah yang dikhawatirkan perbankan. Namun Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39 Tahun 2016 terkait kewajiban perbankan menyerahkan data kartu kredit ke Ditjen Pajak perlu dikaji ulang jika menimbulkan kegaduhan.

"Kekhawatiran perbankan memang bisa sampai ke arah sana, tapi ini belum tahu. Kalau aturan ini bikin kegaduhan secara nasional, perlu ditinjau ulang. Ditjen Pajak pikirkan cara lain yang tidak menimbulkan chaos ke perbankan," ujar Ruston.
Tidak Melanggar UU Perbankan

Dalam Undang-undang (UU) Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 disebutkan yang menyangkut rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah menyimpan dan simpanannya. Simpanan perbankan antara lain tabungan, deposito, dan giro.

Rahasia bank dinyatakan bank wajib merahasiakan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya, kecuali untuk kepentingan pajak, kepentingan peradilan, serta dalam rangka tukar menukar informasi antar bank. Tentunya tetap harus melalui prosedur dan berkoordinasi dengan regulator perbankan.  

"Jadi yang dirahasiakan itu data dan besaran simpanan nasabah. Di luar itu, termasuk besaran pinjaman dan kartu kredit ini tidak termasuk rahasia. Jadi PMK Nomor 39 dimungkinkan untuk meminta data kartu kredit," tutur Ruston.  

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator perbankan. Pasalnya, sebanyak 23 bank wajib menyerahkan data dan informasi kartu kredit nasabahnya kepada Ditjen Pajak.

"Dengan OJK kita sudah intens, tapi dengan Bank Indonesia (BI) apa urusannya. Dengan OJK, kita sudah setengah tahun diskusinya. Itu zamannya Pak Sigit masih jadi Dirjen Pajak sudah dibahas," ucap Bambang.

Bambang optimistis, peraturan tersebut tidak akan lagi terganjal Undang-undang (UU) Perbankan seperti aturan sebelumnya. Seperti diketahui, pada tahun lalu, pemerintah menerbitkan peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) Nomor PER-01/PJ/2015 yang terbit 26 Januari 2015 tentang pemotongan pajak deposito dan tabungan.

Dalam aturan tersebut, perbankan wajib melaporkan data bukti potong Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan (SPT PPh) deposito nasabah kepada DJP.
Ketika itu kontra muncul dari kalangan perbankan maupun nasabah karena dianggap melanggar UU Perbankan. Sehingga pemerintah menunda pelaksanaannya sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.
"Ya tidak lah (dicabut). Ngapain dicabut-cabut, apa yang dilanggar. Nanti OJK yang akan menyampaikan ke bank," tegas Bambang. (Fik/Ahm)

sumber=Liputan6.com

Cliff Indonesia Ciptakan Aplikasi Pendanaan Buat Pekerja Kreatif


Jakarta - Untuk mendukung inisiatif Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengembangkan potensi industri kreatif yang memacu pertumbuhan ekonomi nasional, PT

Cliff Indonesia Kreatif meluncurkan platform ekosistem pembiayaan bernama cliffword.com. Platform ini diklaim dapat mendukung para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia memperoleh bantuan pendanaan.

 Creative Director PT Cliff Indonesia Kreatif Barry Maheswara menjelaskan, cliffworld.com, merupakan program yang dapat membantu mempertemukan para pengusaha kreatif dengan para pemodal dan menjawab permasalahan terkait kemudahan akses permodalan. Website cliff sudah dapat diakses oleh masyarakat Indonesia. Namun memang fitur yang ada dikembangkan secara bertahap. 

"Pada tahapan awal ini, hanya fitur sign up dan fitur post a project saja yang baru bisa diakses. Target kami pada awal bulan Mei 2016, fitur crowdfunding sudah dapat dijalankan, dan pada bulan Juni, fitur investment dan loan pun sudah bisa diakses,"tutur dia seperti 
dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (2/4/2016). 

Selanjutnya, pada Juli, Cliff Indonesia Kreatif menargetkan agar website ini telah berjalan secara optimal dan seluruh fitur telah dibuka dan dijalankan. 

Barry melanjutkan, bahwa banyaknya pengusaha kreatif di Indonesia menjadi potensi peningkatan perekonomian nasional melalui bisnis kreatif serta dapat bersaing di level Internasional. Namun kendala permodalan yang masih jadi penghambat para start up ini.

“Dengan adanya aplikasi ini maka bisa jadi jembatan penghubung antara pemodal dengan pengusaha kreatif melalui media internet. Kami dapat membantu para pelaku usaha untuk mendapatkan modal sehingga dapat mengembangkan usahanya dan berkompetisi di level internasional terutama dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean,” paparnya.

Sekadar informasi, ekonomi kreatif telah menyumbang Rp 642 triliun atau 7,05 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia dalam setahun terakhir. Bekraf menargetkan kontribusi ekonomi kreatif bisa meningkat hingga 12% pada akhir pemerintahan Jokowi di 2019. 

Deputi Akses Permodalan Bekraf Fadjar Hutomo mengatakan, pemerintah terus mencari cara agar industri kreatif yang dipicu oleh pertumbuhan start up dapat semakin berkembang. "Salah satu peluang pendanaan yang bisa didapat adalah dari modal patungan atau venture capital. Butuh insentif sebagai dorongan agar modal ventura ini bisa tertarik mendanai startup," ujar Fadjar.

Menurutnya, Bekraf terus menyusun langkah-langkah strategis, yaitu menyatukan semua aset dan potensi kreatif Indonesia serta menciptakan iklim dan ekosistem ekonomi kreatif. (Gdn/Ndw)

sumber=liputan6.com

Minggu, Februari 28

Bank BTN Diminta Jadi Pelopor Penurunan Bunga KPR

Jakarta - Penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke level 7 persen seharusnya dapat memicu penurunan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank perumahan dinilai seharusnya menjadi pelopor penurunan suku bunga KPR tersebut.

Demikian diungkapkan Pengamat Properti Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda , Selasa (23/2/2016).

Mengacu pada riset IPW yang menyebutkan, setiap penurunan 1 persen suku bunga KPR akan meningkatkan potensi pasar KPR sebesar 4 persen-5 persen. Dengan penurunan BI Rate dari 7,5 persen menjadi saat ini 7 persen dimungkinkan suku bunga KPR ikut turun menjadi satu digit.

Sementara saat ini Suku Bunga Dasar (SBDK) masing-masing bank masih berada di level dua digit. Jika suku bunga KPR menjadi satu digit berarti akan ada potensi peningkatan pangsa pasar KPR 10 persen- 25 persen pada 2016.

Sektor Industri Bakal Jadi Andalan Pembiayaan Eximbank

Jakarta - Indonesia Eximbank menatap 2016 dengan lebih optimistis jika dibandingkan dengan 2015. Hal ini dikarenakan tahun ini diperkirakan kondisi ekonomi akan semakin membaik.

Direktur Eksekutif Eximbank Ngalim Sawega‎ mengungkapkan, sektor industri ditargetkan masih menjadi salah satu sektor yang memiliki pertumbuhan cukup tinggi. Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan nilai produk ekspor dan penciptaan lapangan kerja menjadi pemicunya.

Tak heran, dikatakan Ngalim, Indonesia Eximbank mentargetkan industri menjadi salah satu sektor pembiayaan yang bakal menopang kinerja perusahaan sepanjang 2016. Ditargetkan sektor ini akan menyerap pembiayaan mencapai 45,92 persen.

"Untuk itu kami tidak hanya berupaya memainkan peran sebagai penyedia pembiayaan yang dibutuhkan sektor berorientasi ekspor tetapi juga turut mendukung sektor substansi impor sehingga diharapkan kinerja net ekspor Indonesia akan semakin baik," kata Ngalim di kantor dia, Selasa (23/2/2016)
.

Bank Mandiri Raup Laba Rp 20,3 Triliun di 2015

Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp 20,3 triliun di 2015, naik 2,3 persen dari 2014 sebesar Rp 19,9 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pencapaian laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan kredit secara tahunan yang naik 12,4 persen menjadi Rp 595,5 triliun dari sebelumnya Rp 530 triliun.

‎Pertumbuhan penyaluran kredit itu ikut mendorong peningkatan aset sebesar 6,4 persen menjadi Rp 910,1 triliun dari Rp 855 triliun.‎ Dari penyaluran kredit tersebut, rasio NPL net terjaga di level 0,90 persen.

"Tahun ini kami yakin akan membaik, mungkin beberapa kredit akan turun, namun penambahan tidak secepat tahun-tahun sebelumnya," kata Budi di kantornya, Selasa (23/2/2016).

Selain pertumbuhan kredit, laju kenaikan laba bersih juga ditopang pertumbuhanoperating income yang meningkat Rp 10,3 triliun atau secara tahunan tumbuh 18 persen menjadi  Rp 67,1 triliun.

Wapres JK Ingin Bunga Deposito Tahun Depan Single Digit

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) berjanji akan menurunkan tingkat bunga deposito tahun depan. Upaya ini dilakukan pemerintah sejalan dengan penyesuaian suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) yang saat ini di level 7 persen.
Pernyataan tersebut disampaikan JK dalam acara The Economist Events' Indonesia Summit yang dihadiri para investor. Ia mengatakan, Indonesia mempunyai tantangan cukup besar di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terjaga di level 5 persen.

"Tantangan kita adalah membuat sektor usaha di Indonesia bisa berkompetisi dengan negara lain. Untuk dapat bersaing, kita harus lebih efisien," tegas JK di Hotel Shangrila, Jakarta, Kamis (25/2/2016).