::

Kota San Francisco Masih Hutang 2,4juta ke Steve jobs

- Terlepas dari kebesaran namanya sebagai pendiriApple, Steve Jobs juga merupakan warga kota San Fracisco, AS. Ia punya kewajiban dan hak hukum yang sama dengan warga lain.

"Spotlight" terbaik OSCAR 2016

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Film Spotlight dinobatkan sebagai Best Picture dalam Academy Awards ke-88 yang dihelat di Dolby Theatre, Los Angeles, AS, Minggu (28/2/2016) malam atau Senin (29/2/2016) pagi waktu Indonesia.

TAkses Curang di blokir pelanggan Netflix ngambek

KOMPAS.com - Layanan on demand video streaming Netflix mulai memblokir akses melalui Virtual Private Network (VPN). Kebijakan tersebut membuat geram sebagian pelanggan yang tidak bisa lagi mengakses semua konten Netflix tanpa batas negara, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Selasa (1/3/2016) dariMashable.

This is default featured slide 4 titl

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan

Selasa, April 19

Rehat Siang, IHSG Berkurang 10 Poin


Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 10 poin akibat maraknya aksi jual di saham-saham konsumer. Indeks belum berhasil menyentuh zona hijau. 

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 5,676 poin (0,12%) ke level 4.876,254. Aksi jual dilakukan oleh investor domestik.

Indeks langsung terjerembab di zona merah sejak pembukaan perdagangan. Investor asing masih berani berburu saham di tengah merahnya pasar saham.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, Rabu (20/4/2016), IHSG terpangkas 10,627 poin (0,22%) ke level 4.871,303. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 3,795 poin (0,45%) ke level 843,845.

Lima sektor menguat, lima sektor sisanya melemah. Dana asing hari ini masuk lantai bursa sekitar seratusan miliar rupiah.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 182.652 kali dengan volume 3,691 miliar lembar saham senilai Rp 3,422 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 116 turun, dan 79 saham stagnan.

Rata-rata bursa regional bergerak negatif hingga siang hari ini. Hanya pasar saham Jepang yang masih bertahan di zona hijau.

Kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 naik 53,91 poin (0,32%) ke level 16.928,35.
  • Indeks Hang Seng anjlok 237,20 poin (1,11%) ke level 21.199,01.
  • Indeks Komposit Shanghai jatuh 77,51 poin (2,55%) ke level 2.965,31.
  • Indeks Straits Times melemah 13,74 poin (0,47%) ke level 2.938,07.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 400 ke Rp 9.000, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 300 ke Rp 9.475, BRI (BBRI) naik Rp 225 ke Rp 10.375, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 200 ke Rp 7.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 4.250 ke Rp 95.150, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.150 ke Rp 65.775, Astra Agro (AALI) turun Rp 225 ke Rp 16.075, dan Indocement (INTP) turun Rp 225 ke Rp 19.825.
(ang/dnl) 
detik.com

Minggu, April 10

Mandiri Sekuritas: Cermati Saham Pertambangan

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi pada penghujung pekan lalu. Indeks turun sebesar -20 poin (-0,42%) ke 4.846 setelah bergerak di antara 4.829-4.862.

Pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan, kami estimasi akan berpeluang untuk melanjutkan koreksi jangka pendek. Dari beberapa indikator teknikal seperti; MACD, RSI, Stochastic, ROC, masih menunjukan pelemahan. Support jangka pendek terdekat berada di area 4.768. Sektor pertambangan dapat dicermati untuk transaksi jangka pendek (short term trading), seiring dengan harga minyak bumi dunia yang masih berpotensi untuk rally.

Estimasi pergerakan indeks hari ini berada di 4.813 sampai dengan 4.890.

Indeks bursa AS pada awal perdagangan dibuka naik tajam, namun menjelang penutupan indeks cenderung menurun. DJIA 0,20%, S&P500 0,28% dan Nasdaq 0,05%. Indeks saham di Eropa ditutup positif. Indeks FTSE100 di Inggris 1,10%, Indeks DAX di Jerman 0,96% dan CAC di Perancis 0,96%. Dari Asia, Indeks Nikei di Jepang 0,46%, indeks Hang Seng di Hong Kong 0,48% dan Shanghai 0,19%.

Emas ditutup di US$ 1.242 per troy ounce atau -0,15%. Minyak mentah (OIL WTI) ditutup di US$ 39,66 per barel atau 5,68%, dan masih berpotensi untuk melanjutkan penguatannya dengan menguji resistance di SMA 200 D.
(wdl/wdl)
sumber=detik.com

First Asia Capital: Saham Tambang dan Energi Berpeluang Naik


Jakarta -IHSG akhir pekan kemarin bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan. Koreksi terutama melanda saham perbankan dan aneka industri. Sedangkan aksi beli selektif mewarnai saham pertambangan dan jasa konstruksi. IHSG ditutup koreksi 20,581 poin (0,42%) di 4.846,704. Koreksi IHSG akhir pekan lalu terimbas faktor eksternal setelah pasar saham global mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global menyusul isyarat IMF yang akan menurunkan kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Namun selama sepekan IHSG berhasil menguat tipis 0,07%, bertahan dari koreksi pasar saham global dan emerging market.

Pada saat yang sama Indeks The MSCI Emerging Market koreksi 1,1%. Saham sektoral yang bullish pekan lalu adalah pertambangan dan infrastruktur. Sentimen pasar sepekan kemarin digerakkan oleh rally harga minyak mentah dan komoditas tambang lainnya dan sentimen individual emiten terkait antisipasi pasar terhadap kinerja 1Q15 dan pembagian dividen. 

Harga minyak mentah akhir pekan kemarin di AS naik 6,44% di US$ 39,72/barel dan selama sepekan naik 8% menyusul spekulasi pasar menjelang pertemuan Doha 17 April mendatang, di mana negara produsen minyak OPEC dan Rusia berpeluang mencapai kesepakatan untuk menahan produksi minyaknya. 

Sementara itu bursa global akhir pekan lalu berhasil rebound setelah hari sebelumnya koreksi. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 0,2% dan 0,3% tutup di 17.576,96 dan 2.047,60. Penguatan di Wall Street terutama ditopang kenaikan saham sektor energi merespon kenaikan harga minyak mentah.

Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, pelaku pasar berpeluang mengakumulasi kembali saham sektoral setelah risiko pasar saham global rendah akhir pekan lalu. Penguatan harga minyak mentah akan berpeluang mengangkat kembali saham sektoral berbasiskan komoditas tambang dan energi. Sejumlah saham unggulan yang terkoreksi pekan lalu berpeluang rebound pada perdagangan awal pekan ini. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 4.820 hingga resisten di 4.900 berpeluang rebound.                            

S1 4820  S2 4785  R1 4870  R2 4900  

Saham Pilihan
  • ASII 7100-7400 Buy, SL 7000
  • UNTR 15400-15900 Buy, SL 14900
  • ADHI 2730-2840 Buy, SL 2650
  • WIKA 2640-2720 Buy, SL 2600
  • PTBA 6450-6900 Buy, SL 6100
  • ELSA 356-384 TB, SL 340
  • ADRO 690-750 TB, SL 650
(wdl/wdl)

sumber=detik.com

Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah ke 4.833

Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan pekan ini dibuka di zona merah.

Pada perdagangan Senin (11/4/2016), IHSG dibuka melemah 13,35 poin (0,28%) ke 4.833,355.

Mengakhiri perdagangan pekan lalu, IHSG ditutup melemah 20,581 poin (0,2%) ke 4.846,704. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 5,821 poin (0,69%) ke 839.713.

Sementara di pasar uang, dolar AS menguat terhadap rupiah. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka di Rp 13.136 dibandingkan posisi akhir pekan lalu di Rp 13.135.

Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:
  • Indeks Nikkei 225 turun 220,79 poin (1,40%) ke 15.600,73
  • Indeks Hang Seng turun 7,85 poin (0,04%) ke 20.362,55
  • Indeks SSE Composite naik 51,23 poin (1,72%) ke 3.036,33
  • Indeks Straits Times turun 4,82 poin (0,14%) ke 2.804,07
(drk/drk)

SUMBER=DETIK.com

Selasa, April 5

Investor Berhati-hati, Bursa Asia Naik Tipis

 Jakarta - Bursa saham di kawasan Asia Pasifik (bursa Asia) naik tipis pada pembukaan di awal Rabu pekan ini. Gerak bursa Asia ini berlawanan arah dengan Wall Street.

Mengutip Reuters, Rabu (6/4/2016), Indeks MSCI Asia Pasifik di luar jelang menguat 0,1 persen di awal perdagangan. Sebelumnya, indeks acuan di kawasan Asia Pasifik tersebut turun 1,6 persen, Penurunan tersebut dalam 2 bulan terakhir.

Sedangkan di Amerika Serikat (AS) Dow Jones Industrial Averange (DJIA) turun 134 poin atau 0,8 persen ke 17.603. Indeks S&P 500 turun 1 persen ke 2.045 dan merupakan penurunan terbesar harian dalam empat pekan terakhir. Sedangkan Nasdaq juga melemah 1 persen ke ke 4.843.
Bursa memang sedang tertekan karena perekonomian global belum memperlihatkan tanda-tanda pemulihan. Di AS yang semula diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi juga belum bisa diandalkan.

Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen pada pekan kemarin menyatakan bahwa mereka akan sangat berhati-hati dalam menjalankan kebijakan pengetatan moneter.

Selain itu, kemarin Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde menjelaskan bahwa pada dasarnya ekonomi global telah pulih. Namun pertumbuhan tersebut masih rapuh dan lemah. Selain itu, risiko yang ada juga masih ada.

"Komentar dari IMF tersebut membuat pelaku pasar memperkirakan bahwa IMF akan menurunkan target ekonomi dunia pada pekan depan," jelas analis Sumitomo Mitsui Asset Management Masahiro Ichikawa.

Sebelumnya, IMF telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Langkah ini dipicu beberapa faktor seperti anjloknya harga komoditas, Brazil yang terpaksa masuk ke dalam resesi karena kebuntuan politik, turunnya harga minyak dunia dan kenaikan kurs mata uang dolar.

IMF memperkirakan ekonomi global hanya akan tumbuh 3,4 persen tahun ini. Angka itu turun dari proyeksi sebelumnya 3,6 persen yang dinyatakan pada Oktober 2015. Lembaga ini juga memangkas proyeksi untuk 2017 menjadi 3,6 persen dari ramalan 3,8 persen. (Gdn/Nrm)

Ikuti Bursa Asia, IHSG Menguat Tipis

 Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Penguatan IHSG cukup tipis mengikuti bursa Asia.
Pada pra pembukaan perdagangan saham Rabu (6/4/2016), IHSG naik tipis 4,98 poin atau 0,10 persen ke level 4.863,06. Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.01, IHSG maish menguat tipis 9,80 poin atau 0,22 persen ke level 4.869,11. Indeks saham LQ45 ikut menguat 0,26 persen ke level 848,39.

Sebagian besar indeks saham acuan kompak menguat pada Selasa pagi ini. Hanya ada dua indeks acuan yang melemah yaitu indeks JII dan indeks ISSI.

IHSG sempat berada di level tertinggi 4.863,06 dan terendah 4.861,57.  Di Asia, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar jelang menguat 0,1 persen di awal perdagangan. Sebelumnya, indeks acuan di kawasan Asia Pasifik tersebut turun 1,6 persen. Penurunan tersebut dalam 2 bulan terakhir.Ada sebanyak 77 saham menguat sehingga menyeret IHSG ke zona hijau. Sementara itu, 41 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 58 saham lainnya diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 5.574 kali dengan volume perdagangan saham 126,2 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 120 miliar.

Investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi jual sekitar Rp 5 miliar. Nilai tukar rupiah berada di posisi 13.205 per dolar AS.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau kecuali sektor saham perkebunan yang tirin 0,05 persen, sektor saham aneka industri yang melemah 0,59 persen dan sektor saham perdagangan yang turun 0,03 persen.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham JKSW naik 29 persen ke level Rp 68 per saham, saham CKRA naik 28 persen ke level Rp 85 per saham, dan saham BBRM mendaki 26 persen ke level Rp 80 per saham.

Sedangkan saham-saham tertekan antara lain saham MTDL turun 3,45 persen ke level Rp 700 per saham, saham EMDE turun 5,96 persen ke level Rp 173 per saham, dan saham LCGP susut 3 persen ke level Rp 475 per saham.

Analis PT BNI Securities Dessy Lapagu menjelaskan, IHSG diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatannya. "Meski demikian antisipasi aksi profit taking serta pengaruh pelemahan dari indeks global," jelasnya. Saham pilihan hari ini adalah BBRI, SMGR, GGRM, KLBF, BHIT, dan ELSA. (Gdn/Nrm)
sumber=liputan6

Minggu, Februari 28

IHSG Dibuka Menghijau di Akhir Pekan

Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melanjutkan penguatan dari hari sebelumnya, pada perdagangan Jumat di akhir pekan ini. Indeks dibuka menguat didorong semua sektor.
Indeks menguat sebesar 41 poin atau 0,89 persen ke 4.699. Ada sebanyak 110 saham menguat sehingga mendorong penguatan IHSG. Akan tetapi 23 saham melemah dan 51 saham lainnya diam di tempat.
Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (25/2/2016), IHSG naik tipis 0,6 poin atau 0,01 persen ke level 4.658,32.

Indeks saham LQ45 juga menguat tipis 0,04 persen ke level 811,29. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau kecuali indeks saham IDX 30, MBX, Bisnis-27 dan Infobank15.

Aliran Modal Asing Serbu RI, BEI Siapkan Produk Terbaru

Jakarta - Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meyakini aliran modal asing masuk (capital inflow) dalam jumlah besar bakal membanjiri pasar modal Indonesia. Derasnya capital inflow ini diyakini terjadi dalam waktu dekat.

Kepala Divisi Riset BEI, Poltak Hotradero mengatakan, ‎saat ini Indonesia dalam penilaian lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P) yang bakal rilis April 2016. Menurutnya, rating Indonesia berpeluang dinaikkan menjadi investment grade.

Dihantui The Fed, Wall Street Ditutup Bervariasi

Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Jumat (Sabtu pagi WIB) di tengah kekhawatiran investor soal kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) di masa depan. Hal ini mengimbangi keuntungan di sektor energi dan material.

Dilansir dari Reuters, Sabtu (27/2/2016), Indeks Dow Jones industrial average turun 0,09 persen menjadi 16.681,75 poin dan indeks S&P 500 naik 0,04 persen menjadi 1.952,39. Indeks Nasdaq Composite naik  0,29 persen menjadi 4.595,7.

Saham J.C. Penney (JCP.N) melonjak 14 persen setelah pendapatan operator department store itu dilaporkan lebih baik dari perkiraan.

Pertemuan G20 Beri Dampak Positif untuk RI

Jakarta - Komitmen negara-negara yang tergabung dalam G20 untuk menanggulangi perlambatan ekonomi global akan berdampak positif kepada Indonesia. Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 berkumpul di Shanghai, China, 26-27 Februari 2016 untuk membahas mengenai permasalahan ekonomi dunia. 

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee menjelaskan, kondisi Eropa saat ini memiliki likuiditas yang cukup. Dengan adanya komitmen penanggulangan ekonomi global, besar kemungkinan Bank Sentral Eropa (ECB) akan memperpanjang stimulus. Itu berarti, akan terjadi aliran dana masuk (capital inflow) ke negara berkembang salah satunya ke Indonesia.

"Eropa cenderung provide likuiditas sekarang. Kalau G20 sepakat mengatasi perlambatan ekonomi dunia hampir pasti menambah stimulus di Eropa sama Jepang karena dua negara tersebut memang melambat. China tak berkembang dan , Amerika Serikat (AS) ekspansi. Jadi kemungkinan akan menambah stimulus, stimulus ini provide dana yang masuk emerging market termasuk Indonesia," tutur dia kepada Liputan6.com, Minggu (28/2/2016).

Hans mengatakan, aliran dana tersebut tidak terlalu besar. Namun demikian, aliran dana tersebut positif untuk Indonesia. "Belum tahu persis tapi kemungkinan biasa dilakukan memperpanjang stimulus tapi kalau menambah tidak banyak, tapi tetap menambah, ekspektasi pasar berubah," jelas dia.