Washington DC - Penembakan terjadi di depan Gedung
Capitol, Washington DC, Amerika Serikat. Pria pelaku penembakan diketahui
tepergok petugas saat membawa pistol melewati pos pemeriksaan.
Dikutip dari The Washington Post, Selasa (29/3/2016), penembakan itu terjadi sekitar pukul 14.40 waktu setempat di pintu masuk pengunjung menuju kompleks bawah tanah Gedung Capitol yang merupakan kantor Kongres Amerika Serikat.
Semua pengujung atau turis yang hendak mengunjungi area Gedung Capitol harus melewati pemeriksaan metal detektor yang dijaga oleh beberapa petugas termasuk polisi.
Kepala Kepolisian Capitol AS Matthew R. Verderosa mengatakan, saat pemeriksaan itu, tiba-tiba salah seorang pria menarik benda yang ternyata sebuah pistol dan mengarahkannya ke petugas.
Spontan petugas yang berjaga melepaskan tembakan dan memukul pria bersenjata itu. Tak diketahui berapa petugas yang meletupkan tembakan termasuk peluru yang keluar dari pistol pelaku.
Pelaku roboh, senjata yang digunakannya ditemukan di lokasi sebagai barang bukti. Polisi lalu membawa pria itu ke MedStar Washintong Hospital Center. Tak ada laporan polisi atau pengunjung yang menjadi korban. Belum diketahui juga kondisi terakhir dari pelaku setelah baku tembak itu.
Untuk diketahui, Washington DC termasuk dalam kota yang siaga tinggi menyusul beberapa serangan teroris di Eropa. Petugas bersenjata ditempatkan di sudut-sudut jalan dan kendaraan darurat terparkir di depan gedung Capitol.
Seorang pejabat pemerintahan AS sebelumnya menyebut kepada Reuters penembakan ini tak terkait dengan kelompok terorisme.
Sementara itu, dua penegak hukum di Washinton DC mengatakan pelaku penembakan diketahui bernama Larry Russell Dawson berusia 66 tahun dari Tennessee yang disebut polisi sering terlibat aksi protes di Washington.
(miq/miq)







0 comments:
Posting Komentar