::

Kota San Francisco Masih Hutang 2,4juta ke Steve jobs

- Terlepas dari kebesaran namanya sebagai pendiriApple, Steve Jobs juga merupakan warga kota San Fracisco, AS. Ia punya kewajiban dan hak hukum yang sama dengan warga lain.

"Spotlight" terbaik OSCAR 2016

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Film Spotlight dinobatkan sebagai Best Picture dalam Academy Awards ke-88 yang dihelat di Dolby Theatre, Los Angeles, AS, Minggu (28/2/2016) malam atau Senin (29/2/2016) pagi waktu Indonesia.

TAkses Curang di blokir pelanggan Netflix ngambek

KOMPAS.com - Layanan on demand video streaming Netflix mulai memblokir akses melalui Virtual Private Network (VPN). Kebijakan tersebut membuat geram sebagian pelanggan yang tidak bisa lagi mengakses semua konten Netflix tanpa batas negara, sebagaimana dirangkum KompasTekno, Selasa (1/3/2016) dariMashable.

This is default featured slide 4 titl

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Moto GP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moto GP. Tampilkan semua postingan

Senin, April 25

Angka-Angka di Balik Kemenangan Rossi di Jerez

Jakarta - Selesai sudah seri keempat MotoGP 2016. Valentino Rossi menjadi pemenang dalam balapan di Jerez itu dan ini sejumlah statistik di balik hasil tersebut.

Rossi memenangi MotoGP Spanyol, Minggu (24/4/2016). Disokong dengan posisi start paling depan, rider Movistar Yamaha itu kemudian menyudahi 27 putaran (119,421 km) dalam balapan di posisi pertama diikuti Jorge Lorenzo dan Marc Marquez.

Berikut angka-angka terkait hasil tersebut, seperti dirangkum dari sejumlah sumber di antaranyaMotoGP.com dan Supersport.com.

- Pole Rossi di Le Mans adalah yang ke-62 dalam kariernya di seluruh kelas dalam kejuaraan dunia balap motor grand prix. Itu juga pole pertamanya musim ini.

- Kali terakhir Rossi meraih pole di Jerez adalah pada tahun 2005 lalu. Ketika itu ia juga meraih kemenangan, dengan selisih waktu 8,631 detik dari Sete Gibernau yang finis kedua.

- Pada usia 37 tahun, Rossi menjadi peraih pole tertua setelah Jeremy McWilliams di Phillip Island pada tahun 2002 silam.

- Rossi menjalani startnya yang ke-274 di kelas primer dalam balapan di Jerez.

- Kemenangan di Jerez merupakan yang ke-113 dalam karier Rossi. Itu merupakan kemenangannya yang ke-87 di kelas primer. Untuk musim ini, hasil tersebut menjadi kemenangannya yang pertama--sekaligus podium kedua setelah jadi runner-up di Argentina.

- Ini merupakan kemenangan nomor sembilan untuk Rossi dalam balapan grand prix di Jerez, dengan tujuh di antaranya lahir di kelas primer. Tapi sejak 2009 baru kali ini lagi Rossi berjaya di Jerez.

- Rossi membukukan top speed 288 km per jam dalam meraih kemenangan dalam balapan itu. Dalam urusan topspeed, Andrea Iannone dari Ducati ada di posisi teratas dengan 295,1 km per jam--walaupun ia cuma bisa finis di posisi tujuh.



- Hasil di Jerez merupakan kali pertama Rossi memimpin di akhir setiap putaran pada sebuah balapan kelas primer, dari posisi pole sampai dengan finis.

- Rossi melintasi garis finis di Jerez dengan keunggulan 2,386 detik dari Jorge Lorenzo yang merupakan rekan setimnya.

- Hasil tersebut merupakan finis 1-2 pertama dari tim Movistar Yamaha pada musim ini. Musim lalu tim itu punya dua finis 1-2, yakni di Le Mans dan Catalunya.

- Kemenangan di Jerez membuat Rossi mengoleksi 58 poin. Ia kini menempati posisi tiga klasemen, terpaut tujuh poin dari Lorenzo di posisi dua dan 24 angka dari Marc Marquez (Repsol Honda) yang memuncaki klasemen.

(krs/mfi)
detik.com

Minggu, April 24

Lorenzo Sudah 100 Podium MotoGP


Jerez - Finis kedua di Jerez membuat Jorge Lorenzo menorehkan sebuah pencapaian tersendiri. Ia kini mengoleksi 100 podium di kelas primer.

Lorenzo menuntaskan MotoGP Spanyol, Minggu (24/4/2016) malam WIB, dengan berada di posisi dua di belakang Valentino Rossi yang merupakan rekan setimnya sendiri di Movistar Yamaha.

Hasil di Jerez tersebut merupakan kali ketiga musim ini Lorenzo berhasil naik podium, setelah sebelumnya menang di Qatar dan menempati podium kedua lainnya di Austin.

"Saya gembira akan podium ke-100," ucap Lorenzo seperti dikutip Crash.net.

"Bisa sampai ke statistik ini dengan banyak finis pertama dan kedua berarti saya amat konsisten dalam kategori ini, jadi saya gembira karena cuma ada tiga rider lain dalam sejarah yang mampu melakukannya sebelum ini," sebutnya.

Podium Lorenzo di MotoGP

2008 = 6 podium (1 di antaranya berupa kemenangan)
2009 = 12 podium (4 di antaranya berupa kemenangan)
2010 = 16 podium (9 di antaranya berupa kemenangan)
2011 = 10 podium (3 di antaranya berupa kemenangan)
2012 = 16 podium (6 di antaranya berupa kemenangan)
2013 = 14 podium (8 di antaranya berupa kemenangan)
2014 = 11 podium (2 di antaranya berupa kemenangan)
2015 = 12 podium (7 di antaranya berupa kemenangan)
2016 = 3 podium sejauh ini (1 di antaranya berupa kemenangan)




(krs/rin)

Minggu, April 3

Marquez Juara, Rossi Beruntung di GP Argentina

VIVA.co.id – Penbalap Honda Marc Marquez memenangkan MotoGP Argentina, pada Senin, 4 April 2016. Valentino Rossi dari Movistar Yamaha, juga beruntung bisa naik podium sebagai runner-up, karena insiden yang terjadi antara dua pembalap Ducati, Andrea Iannone dan Andre Doviziozo.

Start terdepan, Marquez memulai balap dengan buruk dan sempat tercecer. Pembalap Ducati Andrea Iannone yang start dari posisi lima, memanfaatkan situasi untuk merangsek ke depan di lap pertama. Namun rekannya, Andre Doviziozo yang akhirnya berhasil memimpin di depan hingga lap ketiga.

Marquez sukses memperbaiki posisinya, menempel ketat Doviziozo dan Rossi di urutan tiga. Pembalap asal Spanyol, itu berhasil menyalip Rossi dan Doviziozo langsung berturut-turut di lap ketiga. Sementara, juara dunia musim 2015, Jorge Lorenzo yang start dari posisi tiga, mengalami insiden pada lap kelima.

Rekan Rossi di Movistar Yamaha, itu terjatuh saat memasuki tikungan pertama di lap kelima dari 20. Rossi berhasil menyusul Doviziozo dan membututi Marquez dengan ketat di posisi dua. Dia berhasil menyalip di tikungan lap kesembilan, hanya untuk disusul lagi oleh Marquez di tikungan berikutnya.

Lorenzo tidak dapat melanjutkan balap. Lima lap sebelum balap berakhir, Marquez sukses menjauh dari kejaran Rossi, yang bahkan hampir digusur Maverick Vinaales di lap 16. Namun, pembalap Suzuki itu harus mengakhiri penampilan impresifnya karena terjatuh.

Tiga lap terakhir, Rossi benar-benar kesulitan mengejar Marquez. Pembalap Italia, itu hanya bisa menjaga posisi runner-up, dari kejaran Iannone dan Doviziozo. Dua pembalap Ducati, itu sukses melakukannya sebelum memasuki lap 19.

Di lap terakhir, Rossi di posisi empat sudah terlihat mustahil naik podium. Namun, dia sangat beruntung karena terjadi insiden antara Ianone dan Doviziozo di tikungan terakhir. Iannone 

berusaha menyalip rekannya, itu dari sisi dalam di tikungan terakhir.
Motor Iannone menyenggol motor Doviziozo, membuat keduanya terjatuh. Insiden itu membuat Rossi bisa naik podium sebagai runner-up, diikuti oleh pembalap Honda Dani Pedrosa. Bahagia dengan kemenangannya di GP Argentina, Marquez sempat tergelincir saat akan naik podium.


 sumber=viva.co.id

Selasa, Maret 29

Dana Renovasi Besar, Kenapa Sentul Cuma Dijatah Setahun Gelar MotoGP?

Jakarta - Sirkuit Sentul membutuhkan dana besar untuk melakukan renovasi menjelang jadi tuan rumah MotoGP 2017. Dengan modal besar yang bakal dikeluarkan, kenapa mereka cuma dijatah semusim saja?

Saat ini sebenarnya belum dipastikan sirkuit mana yang akan dipakai sebagai tuan rumah MotoGP 2017. Kementrian Pemuda dan Olahraga sudah memberi indikasi kuat kalau Sentul yang akan dipilih. Pemerintah memang tidak punya pilihan lain karena Sentul menjadi satu-satunya sirkuit internasional yang kini dipunya, meski harus melakukan banyak perbaikan sebelum layak menggelar lagi MotoGP.

Namun masalah baru kemudian muncul karena pemerintah mengatakan Sentul hanya akan dapat jatah jadi tuan rumah setahun saja. Pihak pengelola sirkuit jelas keberatan, karena dana besar yang akan mereka keluarkan untuk renovasi tidak sebanding dengan proyeksi pendapatan jika menggelar MotoGP satu tahun saja.

Beberapa waktu lalu pengelola sirkuit sudah mengirim surat pada Kemenpora terkait keberatannya itu. Mereka berharap bisa menggelar MotoGP mulai 2017 sampai 2019.

Menanggapi itu, Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, mengatakan ada beberapa pertimbangan pihaknya hanya memberikan satu musim saja ke Sentul. Gatot menyebut pihak Kemenpora mencoba memicu daerah lain untuk juga membangun sirkuit berskala internasional. Di sisi lain, pemerintah juga tengah mencari sirkuit yang lebih luas dan punya fasilitas lengkap.

"Namanya mau gelar MotoGP harusnya sirkuitnya jangan satu saja. Seperti di Spanyol coba lihat ada berapa banyak sirkuit yang menjadi pilihan. Pertimbangan lainnya adalah kami mencari sirkuit yang lebih komprehensif dibandingkan Sentul. Artinya sirkuit yang lebih lengkap dan luas," kata Gatot di Kantor Kemenpora, Kamis (24/3/2016).

Spanyol saat ini memang memiliki beberapa sirkuit balap internasional. Tapi mereka tidak menggunakan satu sirkuit bergatian dengan sirkuit lain. Spanyol di musim ini menjadi tuan rumah untuk empat seri balapan: Jerez, Catalunya, Aragon, dan Valencia.

Dijelaskan Gatot, Sentul bisa saja kembali menjadi pilihan di musim berikutnya. Namun aspek pendukung, misalnya akses jalan, juga harus diperbaiki. Gatot menyebut hingga kini pihak Sentul belum menyanggupi pembiayaan untuk renovasi juga pembangunan di bagian luar sirkuit.

"Sentul bisa saja, tapi kan yang kami lihat bukan satu aspek saja, tetapi ada aspek lain seperti akses luar sirkuit seperti apa," ungkapnya.

Kondisinya akan berbeda jika Sentul, misalnya, menyanggupi untuk membiayai pembangunan semua (dalam dan luar sirkuit). "Tapi kalau tiba-tiba seperti pembangunan flyover menjadi tanggung jawabnya APBN, ya kan tidak mungkin. Kami akan melanggar kalau bantu," kata dia.

"Sejak rapat di Kementerian PMK, 29 Januari lalu, sudah dijelaskan bahwa pemerintah itu tidak akan mengeluarkan apapun untuk seluruh event MotoGP yang berkaitan dengan pembangunan fisik. Pemerintah hanya sanggup mempertimbangkan untuk mengeluarkan biaya komitmen fee. Itupun bukan posting anggaran kemenpora tapi pariwisata,” Gatot menjelaskan.

Kondisinya akan berbeda jika lahan yang digunakan adalah milik negara. Jika skenarionya seperti itu maka dana APBN bisa disalurkan.

"Seperti GBK sebenarnya bisa saja, tapi kan sayang kalau kawasan itu tidak jadi sirkuit permanen, disamping ada persiapan Asian Games juga. Nah, Palembang pun kalau pakai APBD pun bisa, asalkan tanah yang digunakan milik negara,” pungkasnya.

(mcy/din)

Soal Kontrak Baru, Lorenzo Punya Waktu Ekstra untuk Berpikir

Jakarta - Jorge Lorenzo masih juga belum meneken kontrak baru yang disodorkan Yamaha. Sang manajer malah menegaskan Lorenzo masih punya banyak waktu untuk berpikir.

Lorenzo saat ini telah mendapatkan sodoran kontrak baru dari Yamaha, mengingat kontrak lamanya akan selesai akhir musim ini. Juara bertahan MotoGP itu mengakui saat ini baru Yamaha yang memberikan tawaran, di tengah isu minat dari Ducati.

Karena tak kunjung meneken kontrak baru inilah masa depan Lorenzo dispekulasikan. Ada rumor menyebut bahwa pria Spanyol ini memang sedang menunggu tawaran dari Ducati, atau bahkan pabrikan lain.

Kabar lain menyebutkan bahwa Lorenzo kurang nyaman di Yamaha karena hubungannya dengan Valentino Rossi tak mulus. Rossi sendiri sudah memperpanjang kontrak untuk dua musim ke depan sepekan yang lalu.

Tapi yang pasti, manajer Lorenzo, Albert Valera, mengungkapkan bahwa Yamaha siap memberikan keleluasaan berpikir kepada pebalapnya tersebut. Lorenzo sendiri sebelumnya mengaku akan mengambil keputusan paling lambat tiga pekan ke depan.

"Penawaran dari Yamaha punya tenggat waktu, seperti yang lainnya juga di titik ini. Tapi kami punya margin yang lebar kok, melewati balapan di Jerez atau bahkan Le Mans," kata Valera dikutip Motorsport.

"Lebih jauh lagi, (Lin) Jarvis (Bos Yamaha) sudah menegaskan bahwa kalau Jorge butuh waktu lebih banyak untuk memikirkannya, dia akan mendapatkannya," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Valera menekankan bahwa situasi yang dialami Lorenzo saat ini normal saja.

"Sekarang ini tampaknya akan jadi hal normal kalau kontraknya sudah diperbarui, dan tidak normal kalau tidak menuntaskannya sebelum awal musim. Tapi itu jauh dari realita," sambungnya.

"Tidak satupun pebalap Honda atau Ducati sudah mendapatkan penawaran pembaruan kontrak atau tawaran dari tim lain. Yang normal adalah mulai membicarakannya setelah lima atau enam balapan, bukan menekennya sebelum musim dimulai," demikian dia.
(raw/din)


Kisah Rossi yang Tak Butuh Waktu Lama untuk Sepakati Kontrak Baru

Roma - Valentino Rossi mengaku sebenarnya siap menunggu sampai pertengahan musim untuk kontrak baru, tapi keputusannya dengan cepat berubah.

Rossi sempat memberi indikasi menginginkan perpanjangan kontrak dua tahun dengan Yamaha melampaui tahun 2016, tapi mengaku akan menunggu sampai lima atau enam balapan untuk memutuskan.

Pada prosesnya Yamaha justru sudah menyodori kedua pebalapnya dengan perpanjangan kontrak baru di MotoGP Qatar lalu, yang menjadi seri pembuka musim. Rossi pun tak berpikir panjang untuk menyepakatinya.

"Dalam benak saya sudah berpikir untuk menunggu selama beberapa balapan, saya ingin melihat apa saya mampu bersaing. Juga karena sebelumnya biasa seperti itu, keputusannya sekitar Juni," kata Rossi diAutosport.

"Saya sempat bicara dengan Yamaha setelah tes dan mereka bilang bahwa mereka amat gembira kalau saya lanjut. Saya pun ingin melakukannya. Kontraknya pun sedikit-banyak sudah siap.

"Mereka lalu bilang, 'Kenapa harus menunggu?'. Saya pun langsung bilang, 'Saya setuju'. Jadi kami menyelesaikannya," tuturnya. 

Rossi menyetujui kontrak tersebut dengan pemikiran ia akan menyudahi karier MotoGP dengan Yamaha dan bahwa kontrak terakhir yang berdurasi sampai 2018 itu kemungkinan besar akan menjadi yang terakhir buat rider 37 tahun tersebut.

Bos MotoGP Yamaha Lin Jarvis mengungkap bahwa Rossi memberi konfirmasi dengan cepat ketika disodori kontrak baru. Ia juga menyatakan pihak Yamaha punya opini sama dengan Rossi terkait kontrakThe Doctor terkait masa depan.

"Saya pikir pengharapannya dan pengharapan kami adalah bahwa ini akan menjadi kontrak terakhir di MotoGP. Tapi kami tidak menutup kemungkinan apa-apa sebagaimana kami sudah belajar dari kariernya sejauh ini," bebernya.

Berbeda dengan Rossi, Jorge Lorenzo yang juga sudah disodori kontrak baru oleh Yamaha sejauh ini belum memutuskan untuk membubuhkan tandatangannya. Hal itu turut memicu spekulasi mengenai masa depannya di Yamaha.

(krs/fem)

Source=detik.com

Gembira dengan Hasil di Qatar, Dovizioso Pede Tatap Balapan Selanjutnya

Jakarta - Ducati memperlihatkan performa prima di seri pembuka di Qatar. Andrea Dovizioso layak percaya diri menatap balapan-balapan di Argentina dan Austin, awal April.

Dovizioso finis kedua di Losail, dengan selisih dua detik dari sang pemenang Jorge Lorenzo [Movistar Yamaha]. Pebalap Italia itu dan rekan setimnya Andrea Dovizioso unjuk kecepatan di trek lurus, bahkan terlibat duel ketat memperebutkan posisi terdepan.

Seusai lomba, Valentino Rossi yang finis keempat, waspada dengan penampilan Ducati. Menurut The Doctor, pabrikan Italia itu berpotensi menjadi ancaman serius. 

"Selama balapan akhir pekan lalu, rasanya semakin bagus. Waktu putaran memang tidak istimewa, tapi aku melihat para pesaing juga tidak cepat-cepat amat. Aku punya kecepatan dan putaran waktu jadi mudah bagiku," kata pebalap Ducati itu kepada Crash.net.

"Kupikir kami sudah bekerja dengan benar dan terutama aku begitu gembira selama balapan aku memahami sesuatu yang sangat penting yaitu bagaimana mengatur ban, terutama ban depan, dan sekarang kami bisa bekerja untuk masa depan."

"Tapi segalanya bisa berubah di setiap lintasan terutama Austin dan Argentina benar-benar berbeda. Jadi kami harus menunggu untuk memahami potensi kami lebih banyak lagi. Namun, kupikir kami punya kecepatan yang bagus dengan Desmosedici yang baru," kata Dovizioso.

Di 2015, Dovizioso mencatatkan hasil impresif di tiga balapan pertama. Usai menjaga podium kedua di Qatar, Dovizioso sukses finis kedua di Rio Hondo dan Circuit of the Americas.


(rin/rin)

Lorenzo di Antara Yamaha dan Ducati

Jakarta - Hingga kini Jorge Lorenzo belum membuat keputusan, apakah melanjutkan kariernya di Yamaha atau berhenti dan mencari tim lain. Ada sebuah pertaruhan tersendiri jika dia pindah ke Ducati.

Masa depan Lorenzo sedang ramai diperbincangkan oleh kalangan MotoGP, terkait kontraknya di Yamaha yang akan habis pada akhir musim ini. Yamaha sudah menyodorinya kontrak baru, tapi Lorenzo belum memutuskan.

Berbeda dengan rekan satu timnya, Valentino Rossi telah memastikan dirinya berlanjut bersama Yamaha, setidaknya sampai akhir 2018.

Apa alasan Lorenzo? Salah satu isu yang paling kencang adalah, dirinya sedang mempertimbangkan kemungkinan pindah ke Ducati.

Lalu, kenapa dia tertarik untuk pindah ke tim pabrikan yang belum pernah lagi memenangi sebuah balapan MotoGP sejak 2010?

Mungkinkah dia sedang memastikan bahwa Ducati saat ini jauh lebih baik dibanding sebelum-sebelumnya? Paling tidak, di seri pembuka musim ini di Losail, pebalap Ducati Andrea Dovizioso berhasil naik podium kedua di bawah dirinya, mengalahkan Marc Marquez dan Rossi. 

Atau, apakah Lorenzo masih menjadikan hubungan sekaligus persaingannya dengan Rossi sebagai alasan lain untuk meninggalkan Yamaha? Apakah dia merasa, selama masih ada Rossi, maka dirinya takkan menjadi "raja yang dominan" di tim biru tersebut?

Manajer timnya, Wilco Zeelenberg, memberi pandangan terkait situasi yang dihadapi Lorenzo. Menurutnya, rider Spanyol itu punya kans besar untuk menambah gelar juara jika bertahan di tempatnya saat ini.

"Dia sudah di Yamaha selama delapan tahun. Ada kemungkinan dia akan pindah. Tapi saya tentu saja berharap dia cukup pintar untuk bertahan bersama Yamaha, dan memenangi dua titel lagi. Mungkin tiga (termasuk musim ini)," tutur Zeelenberg dikutip dari situs Crash.net.

Bagaimana menurut Anda?


(a2s/rin)

Ducati: Semua Tim Tertarik Lorenzo dan Marquez

Jakarta - Pada awalnya cuma Jorge Lorenzo yang dirumorkan tengah diincar Ducati. Kini Marc Marquez juga bisa saja ditawari kontrak oleh pabrikan asal Italia itu.

Sudah beberapa waktu ini berembus rumor Ducati tengah mendekati Lorenzo. Dengan kontrak yang akan habis di akhir tahun 2016 ini, plus relasi yang kurang oke dengan Valentino Rossi, peluang Lorenzo pindah dianggap cukup besar.

Hal lainnya, Ducati kini punya modal cukup untuk menarik minat pebalap terbaik di MotoGP karena mereka punya motor yang sangat kompetitif. Keberhasilan Andrea Dovizioso naik podium kedua pada balapan di Qatar pekan lalu adalah buktinya.

Tapi mungkin bukan cuma Lorenzo saja yang dibidik. Dalam wawancara dengan La Gazetta Dello Sport, CEO Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menyebut kalau saat ini Lorenzo dan Marquez adalah pebalap idaman seluruh tim.

"Lorenzo dan Marquez jadi daya tarik seluruh tim. Secepatnya kami akan membuat keputusan, tapi saya yakin kami bisa (bersaing) dengan Iannone dan Dovizioso," ucap Dall'Igna.

Sama seperti Lorenzo, kontrak Marquez juga akan habis di penghujung musim ini. Perpindahan pebalap akan jadi momen yang sangat ditunggu musim ini karena seluruh pebalap papan atas (Lorenzo, Marquez, Pedrosa, Iannone, dan Doviziso) tengah berada di akhir kontrak. Baru Valentino Rossi yang sudah menyepakati deal baru bersama Yamaha.

"Saya sudah mengatakannya dengan jelas berulang kali, jika pebalap kami berupaya dengan maksimal maka kontrak akan datang."

"Motor kami (tahun ini) dibangun secara berbeda. Masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan, (karena) di tahun 2015 motor baru memberikan hasil yang di luar dugaan. Untuk saya pribadi, musim ini sepertinya kami bisa lebih baik lagi," tuntas dia.

(din/luc)
source=detik.com

Kembali ke Argentina, Titik Start Drama Rossi-Marquez Musim Lalu

Jakarta - MotoGP Argentina musim lalu mengawali "sesuatu" antara Valentino Rossi dengan Marc Marquez sampai klimaksnya di MotoGP Malaysia. Bagaimana dengan MotoGP Argentina musim ini?

Balapan MotoGP 2016 berlanjut akhir pekan ini pada seri kedua. Tempatnya di Autodromo Termas de Rio Hondo, Santiago del Estero, Argentina. Musim lalu balapan ini merupakan seri ketiga.

Pada musim lalu di Argentina itu pula Marquez di bawah panji Repsol Honda terlibat sebuah persaingan dengan Rossi yang berkiprah untuk Movistar Yamaha, yang pada prosesnya menentukan hasil balapan.

Saat itu, dua putaran menuju garis finis, keduanya bersenggolan dalam perebutan posisi terdepan sampai kemudian Marquez terjatuh dan Rossi meluncur untuk meraih kemenangan. Inilah crash perdana Marquez di 2015 dan kemenangan kedua Rossi di musim itu.


Persaingan kedua pebalap top tersebut mencapai puncak saat kembali bersenggolan di Sepang. Saat itu Marquez kembali terjatuh, dengan Rossi pada prosesnya mendapatkan hukuman berat pada seri terakhir di Valencia, yang membuatnya kehilangan kans juara dunia.

Memasuki musim ini, baik Rossi maupun Marquez seperti memberi indikasi tak mau mengingat-ingat insiden musim lalu dan fokus sepenuhnya pada musim ini.

Pun demikian, pernyataan Marquez usai balapan MotoGP Qatar lalu tetap memperlihatkan bahwa yang sudah terjadi belum benar-benar bisa terlupakan. "Saat saya melewatinya saya berdoa tidak ada kesalahan terjadi," ucap Marquez merujuk pada satu manuvernya di Losail.

Balapan pembuka musim 2016 ini sendiri dilewati Marquez dengan finis ketiga, berada di belakang Andrea Dovizioso dari Ducati dan satu posisi lebih baik daripada Rossi. Sementara kemenangan jadi milik juara bertahan Jorge Lorenzo, rekan setim Rossi yang juga menjadi pesaing utamanya di kejuaraan musim lalu.

Sosok Lorenzo, sehubungan dengan drama Rossi dengan Marquez, juga menjadi sesuatu yang menarik. "Diuntungkan" dengan insiden di Sepang 2015, hubungan Lorenzo dengan Rossi acapkali juga jadi topik bahasan menarik--termasuk fakta bahwa Lorenzo belum mau teken kontrak baru dengan Yamaha setelah Rossi di saat yang sama memastikan tetap bertahan di tim tersebut.

Apalagi usai balapan di Losail lalu Lorenzo juga melempar isyarat "tutup mulut". Sebagian kalangan menduga hal itu diarahkan Lorenzo ke arah Rossi yang sebelumnya sempat meminta agar ia dapat hukuman atas sebuah insiden di free practice empat.

Maka balapan di Argentina akhir pekan ini bukan tidak mungkin memunculkan drama-drama kecil, melanjutkan apa yang sudah muncul di tempat sama pada tahun lalu, atau di Qatar pada seri pembuka, selain juga aksi adu kencang di lintasan.

Sebagai catatan, dua balapan MotoGP sebelumnya di Autodromo Termas de Rio Hondo sudah memunculkan nama Rossi (2015) dan Marquez (2014) sebagai pemenang.

(krs/raw)
source=detik.com

Tantangan untuk Lorenzo Setelah Mulai dengan Mulus

Jakarta - Jorge Lorenzo sudah memulai usaha mempertahankan gelar dengan oke. Sirkuit berikutnya memberi tantangan tersendiri karena belum pernah bisa ia menangi.

Rider Spanyol juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 itu mengawali balapan musim ini di Qatar dengan sebuah hasil "lengkap"; posisi pole, kemenangan dalam balapan, dan fastest lap.

Itu merupakan kali ketiga Lorenzo meraih kemenangan di Qatar pada kelas primer. Secara keseluruhan di semua kelas, itu merupakan kemenangannya yang keenam di balapan seri tersebut.

Rider Movistar Yamaha itu juga menjadi pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di Qatar setelah sebelumnya sempat sejajar dengan Casey Stoner (lima kemenangan). 

Pada akhir pekan sudah menanti MotoGP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, yang podium teratasnya sejauh ini malah belum pernah dipijak oleh Lorenzo.

Balapan di Argentina ini sendiri baru dua musim terakhir kembali dihelat, setelah sebelumnya absen dari tahun 1999. Dari dua kesempatan tersebut, hasil Lorenzo adalah finis kelima pada musim lalu dan finis ketiga di 2004.

"Dari seluruh sirkuit yang saat ini ada di kalendar balap, inilah trek terlemahnya. Tapi ban baru Michelin bisa saja mengubah peruntungannya," sebut MotoGP.com.

Dari dua edisi MotoGP Argentina, Valentino Rossi yang rekan setim Lorenzo hadir jadi pemenang pada musim lalu dan sebelum itu ada Marc Marquez dari Repsol Honda yang berjaya.

(krs/raw)

Juara Baru di MotoGP Argentina?

Jakarta - Marc Marquez memenangi MotoGP pertama di Autodromo Termas de Ro Hondo 2014 lalu, diikuti Valentino Rossi di 2015. Akankah ada juara baru lagi di MotoGP Argentina?

Balapan kedua MotoGP musim ini akan digelar di Autodromo Termas de Ro Hondo, Argentina, Minggu (3/4/2016) akhir pekan ini. Dua nama berbeda sudah tampil sebagai pemenang kelas primer di sirkuit ini, dan berpotensi memunculkan nama ketiga pada balapan nanti.

Usai memenangi balapan di Qatar, Jorge Lorenzo jelas bisa disebut sebagai kandidat pertama pemenang di Argentina. Tapi Lorenzo juga sejauh ini tak punya catatan apik di sana, karena prestasi terbaiknya hanya finis ketiga di 2014. Tahun lalu, Lorenzo malah harus puas finis di posisi lima.

Jika bisa menemukan laju yang oke sepanjang akhir pekan, Lorenzo masih harus sangat waspada dengan para pebalap Ducati di trek ini. Sebab di Qatar lalu mereka sudah menunjukkan potensi bagus, di mana Andrea Dovizioso finis runner-up dan Andrea Iannone sempat melaju baik di depan rekan setimnya itu, meski akhirnya terjatuh.

Salah satu faktor yang menguntungkan Ducati adalah trek lurus sepanjang 1.076 meter. Ducati yang dikenal unggul dalam aspek tenaga motor bisa mencatatkan kecepatan puncaknya di sana. Ducati sendiri musim lalu sukses menempatkan Dovizioso di posisi dua, di belakang Rossi yang juara.

Rossi sendiri bakal punya tantangan besar untuk kembali mencatatkan kemenangan di MotoGP Argentina. Musim lalu dia memang tampil impresif, memenangi balapan setelah start dari posisi delapan.

Rossi saat itu juga membuktikan mampu menyaingi kecepatan Marquez yang oke sepanjang akhir pekan. Marquez malah harus terjatuh setelah menyenggol ban belakang Rossi.

Tapi di Qatar kemarin, laju Rossi bisa dibilang masih kurang oke dan akhirnya hanya finis keempat. Tapi potensi untuk kembali memberikan kejutan seperti musim lalu tentu tetap terbuka. Hanya saja pria 37 tahun itu butuh menemukan setelan pas untuk bersaing dengan para rivalnya di posisi depan.

Di lain sisi, Marquez yang sepanjang pramusim kesulitan menemukan kekuatan optimal RC213V miliknya, tampil cukup baik di Qatar. Pebalap 23 tahun itu mampu finis ketiga dan bukan tak mungkin merebut kemenangan di Argentina.

Tapi sebagaimana dengan Rossi dan Movistar Yamaha, Marquez dan tim Repsol Honda masih perlu memoles motornya untuk bersaing di baris terdepan.

Autodromo Termas de Ro Hondo sendiri merupakan sirkuit dengan panjang 4,8 km, dengan arah mengikuti jarum jam atau clockwise. Oleh karena itu trek ini punya lebih banyak tikungan ke kanan, yakni sembilan berbanding lima yang ke kiri.

Karakternya adalah fast flowing dengan tikungan-tikungan cepat. Titik terkencangnya adalah antara tikungan tiga dan lima, di mana sejauh ini Stefan Bradl memegang rekor top speed di angka 334,1 km/jam.

Setelah Marquez dan Rossi, akankah ada juara baru di Argentina? Atau justru dua nama tersebut kembali bersaing kompetitif di baris terdepan dan tampil sebagai pemenang?
(raw/krs)
source=detik.com

Musim Lalu Rossi Menang di Argentina, Musim Ini Bagaimana?

Jakarta - Di Argentina musim lalu, Valentino Rossi meraih kemenangan keduanya di 2015. Rossi kini menuju tempat yang sama demi mengejar podium pertama di 2016.

Posisi start nomor delapan di Autodromo Termas de Rio Hondo musim lalu tidak menghalangi Rossi untuk naik ke podium teratas setelah melewati tujuh pebalap yang ada di depannya, termasuk Marc Marquez yang start dari posisi paling depan.


Itu merupakan kali kedua Rossi naik podium teratas di musim 2015, sekaligus membuatnya naik podium pada tiga balapan awal musim tersebut. Rider Movistar Yamaha itu sebelumnya menang di Qatar dan finis ketiga di Austin yang ketika itu jadi seri kedua.



Kemenangan Rossi di Argentina saat itu dirayakannya dengan cara istimewa; ia naik podium dengan mengenakan jersey legenda Argentina Diego Maradona yang memperlihatkan nomor punggung 10--sebuah cerminan bahwa Rossi juga mengejar titel ke-10. 

Pada prosesnya musim 2015 itu baru sekadar memberi Rossi "kesempatan" meraih gelar, alih-alih titel yang sebenarnya. Di akhir musim ia harus puas jadi runner-up di bawah rekan setimnya sendiri, Jorge Lorenzo.

Musim ini sendiri Rossi harus puas mengawali dengan berada di posisi empat MotoGP Qatar setelah kalah bersaing dengan Marquez, Andrea Dovizioso, dan Lorenzo yang jadi pemenang. Rossi niscaya ingin segera naik podium agar berada dalam posisi sebagus musim lalu.


Maka menarik untuk ditunggu apakah aksi Rossi di Argentina akhir pekan ini akan secemerlang tahun lalu ketika ia sukses memainkan strategi ban dengan jitu--dan sebaliknya tidak begitu halnya dengan Lorenzo dan Marquez.

"Nomor sepuluh (Maradona) itu tetap relevan di 2016 dengan Rossi masih memburu gelar kesepuluhnya, dan kemenangan di Argentina akan memberi lonjakan besar guna meraih ambisi tersebut," catat MotoGP.com.
(krs/rin)
source= detik.com

Argentina yang Sudah Menghadirkan 'Langit dan Bumi' untuk Marquez

Jakarta - Dua balapan MotoGP Argentina sudah dijalani Marc Marquez dengan hasil yang teramat kontras bagaikan langit dengan bumi, berupa sebuah kemenangan dan satu kegagalan menuntaskan balapan.

Setelah Argentina kembali masuk kalendar balapan pada 2014, seri yang dilangsungkan di Autodromo Termas de Rio Hondo tersebut menjadi salah satu balapan yang ditaklukkan Marquez dalam lajunya merangkai 10 kemenangan beruntun di awal musim.

Balapan tahun 2014 itu berjalan dramatis. Marquez sempat kehilangan posisi start terdepan dan terlempar sampai posisi enam, lalu kembali mengambil alih tempat pertama usai menyalip Jorge Lorenzo, sampai akhirnya meluncur menuju kemenangan.
Juara dunia MotoGP 2013 dan 2014 yang membela panji Repsol Honda tersebut kemudian mendapati menjalani hasil balapan yang amat kontras ketika kembali menyambangi Autodromo Termas de Rio Hondo di musim 2015.

Marquez, seperti di 2014, memang berhasil melaju untuk mencatatkan waktu putaran terbaik dalam sesi kualifikasi MotoGP Argentina 2015. Bedanya dalam balapan ia malah crash usai berduel dengan Valentino Rossi--yang akhirnya jadi pemenang balapan tersebut.


Akhir pekan ini Marquez akan kembali ke tempat di mana dirinya pernah menjulang ke langit guna meraih kemenangan, untuk semusim kemudian dihempaskan keras-keras ke bumi Argentina.

Misinya sudah tentu menghindari yang terjadi di Argentina 2015, juga berusaha menambah angka usai finis ketiga dalam balapan pembuka musim di Qatar lalu--lewat sebuah lonjakan penampilan saat balapan setelah memulai akhir pekan dengan kurang mengesankan.

"MotoGP Argentina akan menjadi tantangan besar berikutnya untuk Marc Marquez, dengan pebalap Spanyol itu mampu mengubah peruntungan di Qatar ketika timnya kembali menggunakan sejumlah pengaturan motor yang dipakai saat tes," catat MotoGP.com.

(krs/fem)


Senin, Maret 14

Dovizioso Pede Hadapi Seri Perdana MotoGP 2016

BOLOGNA – Andrea Dovizioso menatap MotoGP 2016 dengan optimisme tinggi. Pembalap Ducati tersebut yakin bisa tampil mengesankan dalam seri pertama yakni GP Qatar di Losail International Circuit.
Sirkuit tersebut terkenal memiliki kecocokan dengan motor Ducati, Desmosedici. Bahkan, musim lalu dua pembalap Ducati yakni Dovizioso dan Andrea Iannone naik podium untuk menemani Valentino Rossi yang menjadi juara.
Kini, situasinya kurang lebih hampir sama. Belum lagi ditambah fakta Ducati baru memperkenalkan motor Desmosedici terbaru sehingga motivasi di paddock sedang membumbung tinggi.
“Sangat menyenangkan memulai musim di Qatar. Sirkuit di Losail bisa membuat motor MotoGP kami mengeluarkan potensi terbaik, sebab ini adalah trek yang sangat cepat dan memiliki jarak tikungan yang lebar,” kata Dovizioso, seperti dimuat laman resmi Ducati, Selasa (15/3/2016).
“Balapan akan sangat berbeda karena digelar malam, ketika temperatur sangat sempurna untuk balapan. Kami harus optimistis karena dalam sembilan hari melakukan tes, kami bekerja dengan baik untuk mencetak kecepatan, dan melakukan banyak perkembangan untuk feeling Desmosedici,” jelasnya.


Top Sport: The Doctor Harus Mewaspadai Lorenzo di Sirkuit-Sirkuit Ini

MUSIM lalu Jorge Lorenzo sukses mendapatkan gelar juara MotoGP, mengalahkan rival terberatnya Valentino Rossi. Prestasinya tersebut tidak lepas dari performa impresifnya di beberapa seri yang dijalani musim lalu.
Total podiim pertama yang dicetak oleh Por Fuera pada musim lalu sebanyak tujuh kali, atau tiga kali lebih banyak ketimbang yang diraih oleh The Doctor. Performa Lorenzo di beberapa sirkuit begitu impresif, terutama sirkuit yang terletak di Spanyol.
Berikut ini beberapa sirkuit yang ramah dengan pembalap berusia 28 tahun tersebut di lima musim terakhir MotoGP, mengutip dari berbagai sumber, Selasa (15/3/2016).
GRAND PRIX QATAR
Tidak hanya Rossi saja yang akrab dengan sirkuit yang terletak di timur tengah ini. Lorenzo juga mencatatkan prestasi memukau di lima musim terakhir. Musim 2012 dan 2013 secara beruntun rider asal Spanyol tersebut meraih podium pertama.
Sayangnya prestasi tersebut tidak mampu diulangnya pada musim 2014 dan musim lalu. Pada 2014, Lorenzo tidak mampu menyelesaikan balapan, sementara musim lalu ia hanya mampu finis di posisi empat.
GRAND PRIX SPANYOL
Tidak ada yang lebih baik selain menjadi jawara di negeri sendiri. Grand Prix Spanyol yang diadakan di Sirkuit Jerez menjadi salah satu seri balapan favorit untuk Lorenzo. Pada lima musim terakhir, X-Fuera mampu mencatat prestasi gemilang di dua musim balap.
Lorenzo mampu menguasai podium pertama pada musim 2011, dan ia mengulangi prestasinya tersebut pada musim lalu. Pada 2012, 2013, dan 2014 ia memang gagal menjadi juara di Jerez, akan tetapi ia mampu berjaya di sirkuit Spanyol lainnya seperti Katalunya dan Valencia.
GRAND PRIX SAN MARINO
Sirkuit sepanjang empat kilometer yang terletak di Emilia-Romagna, Italia tersebut menjadi salah satu sirkuit yang paling banyak dimenangkan Lorenzo di lima musim terakhir. Pada 2011, 2012, dan 2013 ia sukses menjadi yang terbaik.
Sayangnya di dua musim terakhir ia gagal menapaki podium pertama. Namun, hal itu bisa menjadi lecutan motivasi untuknya musim ini untuk meraih podium puncak kembali. Apalagi, saat ini ia tengah dalam kondisi on fire dengan statusnya sebagai juara bertahan MotoGP.
GRAND PRIX ITALIA
Superior di San Marino, Lorenzo juga ternyata ganas di sirkuit kebanggaan warga Italia yakni Mugello. Sirkuit yang juga kandang dari Rossi tersebut mampu ia rajai sebanyak empat kali di lima musim terakhir!
Pada 2011, 2012, 2013, dan 2015 pembalap yang sejauh ini mengoleksi tiga gelar juara dunia MotoGP tersebut sukses mengamankan podium pertama. Ia bisa saja menguasai sirkuit tersebut di lima musim beruntun, sayang di musim 2014 ia hanya menempati podium kedua karena kalah dari Marquez yang saat itu memang tengah on fire.

 (sumber = okezone)

Minggu, Februari 28

Dovizioso dan Iannone Senang dengan Hasil Tes Pramusim

Jakarta - Ducati tidak memperoleh hasil tes pramusim yang bagus-bagus amat di Sepang dan Phillip Island. Meski begitu, Andrea Dovizoso dan Andrea Iannone puas dengan perkembangan motornya.

Dua kali juara dunia, Casey Stoner, mencatatkan waktu tercepat di Ducati pada tes resmi pertama di Sepang. Sedangkan tim satelit Ducati, Avintia yang digeber Hector Barbera, mencatatkan yang terbaik dari pabrikan Italia tersebut di Phillip Island dengan menghuni peringkat keenam di hari kedua lalu keempat di hari Jumat lalu, dua tingkat di atas rekan setimnya Loris Baz.

Iannone berada di belakang Barbera pada hari kedua tes, tapi melorot ke peringkat 12 di hari terakhir sedangkan Dovizioso berada di peringkat 10. Keduanya dipisahkan oleh Scott Redding, yang membela Pramac Ducati di peringkat kesebelas.

"Sesungguhnya cukup gampang bagi kami untuk melaju cukup cepat, meskipun kami masih kehilangan beberapa persepuluh detik untuk menjadi yang tercepat di hari akhir," kata Dovizioso di Autosport

"Bagaimanapun, aku gembira dengan kecepatan balapanku karena aku merasa nyama dengan motorku dan meninggalkan Phillip Island dengan perasaan seperti ini adalah targetku, terutama fakta bahwa ini adalah lintasan di mana aku cukup kesulitan."

"Targetnya kini membuat kemajuan lebih lanjut di Qatar supaya siap untuk balapan dan menjadi protagonis seperti tahun lalu."

Dovizioso meraih pole di seri pembuka di Qatar sebelum kalah tipis dari pemenang balapan Valentino Rossi.

Sirkuit Losail akan menggelar tes pramusim terakhir pada awal bulan depan. Iannone meyakini motornya masih bisa melaju lebih baik lagi.

"Di akhir tes di Phillip Island ada sisi positifnya karena kami mampu menguji lebih lama dan memahami perbedaan Desmosedici GP dan GP 15," ucap Iannone. "Meski aku tidak sepenuhnya puas dengan posisi akhirku, aku senang dengan pekerjaan yang sudah kami lakukan dan langkah-langkah maju yang mampu kami buat."

"Kami masih harus meningkat dan kami mengharapkan yang lebih. Jadi tes berikutnya di Qatar akan sangat penting."



(rin/raw)

Ducati Luncurkan Desmosedici GP16

Bologna - Ducati me-launching motor balap mereka untuk musim 2016. Desmosedici GP16 digadang-gadang akan jadi penantang serius memperebutkan gelar juara dunia tahun ini.

Peluncuran motor terbaru Ducati ini dilangsungkan di Ducati Auditorium, Bologna, Italia, Selasa (23/2/2016) sore WIB. Pabrikan asal Italia masih bertahan dengan line up duo rider musim lalu, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone.

Tak banyak perubahan tampilan pada Desmosedici GP16 dibanding pendahulunya. Perbedaan mencolok adalah 'winglets' yang diwarnai putih, setelah musim lalu dicat hitam.

Desmosedici sudah menjalani delapan hari sesi latihan pramusim, dua hari di Valencia, tiga hari di Sepang dan tiga hari lainnya di Phillip Island. Masih ada tiga hari sesi tes pramusim lain yang akan dilangsungkan di Qatar sebelum seri pertama dihelat pada Maret mendatang.

"Kami punya masalah kecil pada dua tes pertama tapi kami menunjukkan kemajuan di Phillip Island. Saya yakin kami punya apa yang dibutuhkan untuk bisa berada di depan, saya punya harapan tinggi pada tes Qatar nanti," ucap Dovizioso di motorsport.com.

"Saya pikir ini motor yang bagus, kami menjalani tahun yang positif di 2015 dan membuat langkah maju. 2016 akan sulit karena kami punya harapan tinggi dan kami harus bangkit untuk memenuhi target itu," timpal Iannone.

Duo Ducati itu gagal memenangi satupun seri di musim 2015. Namun penampilan mereka memberikan harapan besar akan kemampuan Ducati menjadi pesaing Honda dan Yamaha dalam pertarungan menjadi juara dunia.

Iannone menyudahi musim di posisi lima klasemen dengan poin 188, sementara Dovizioso mengoleksi 162 angka untuk bisa bertengger di urutan tujuh.



(din/krs)

Prediksikan Balapan di 2016, Lorenzo dan Rossi Punya Opini Sama

Jakarta - Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi sama-sama menilai proses dan hasil balapan MotoGP 2016 bisa amat bervariasi dan berbeda di setiap sirkuit.

Kelas primer musim ini menghadirkan perubahan dalam aspek ban dan Unit Kontrol Elektronik (ECU); Michelin menjadi penyedia ban menggantikan Bridgestone dan penggunaan ECU buatan Magneti Marelli untuk seluruh tim.

Terkait perubahan tersebut, dua tes pramusim yang sudah dijalani tidak memunculkan satu kekuatan dominan. Lorenzo dan Rossi, yang musim lalu bersaing memperebutkan titel, sepakat bahwa itu bisa jadi indikasi awal mengenai balapan di musim 2016. 

"Sepertinya akan ada banyak perubahan--performa motor dan para rider, di setiap lintasan. Terkadang kami bisa memiliki keunggulan di sejumlah lintasan, di tempat lain bisa ada masalah-masalah. Kami harus memahami bagaimana bisa lebih kompetitif sehingga mendapatkan keunggulan seperti di Sepang," ucap Lorenzo di Crash.

"Saya pikir keseimbangan di antara motor yang berbeda bisa berubah dari satu lintasan ke lintasan lainnya. Oleh karena itu penting untuk melakukan pengujian di tiga sirkuit yang amat berlainan sebelum kejuaraan dimulai dan juga bakal sangat penting untuk memiliki motor yang bisa beradaptasi dengan setiap lintasan," kata Rossi. 

Tes pramusim MotoGP 2016 diawali di Sepang pada 1-3 Februari, kemudian dilanjutkan di Phillip Island pada 17-19 Februari lalu. Masih ada satu tes resmi lagi, yang terakhir, di Losail pada 2-4 Maret. Musim juga akan mulai bergulir di Losail pada 20 Maret.



(krs/roz)

Lorenzo Tunggu Kontrak Baru dari Yamaha

Doha - Jorge Lorenzo akan menunggu setidaknya sampai pertengahan musim MotoGP 2016 untuk menyepakati kontrak baru demi bisa bertahan dengan tim pabrikan Yamaha.

Kontrak Lorenzo dengan Yamaha akan habis saat musim ini berakhir. Sejauh ini belum ada pembahasan mengenai kontrak baru walaupun Yamaha, melalui Lin Jarvis sang bos, sudah memberi indikasi akan menjadikan hal itu sebagai prioritas.

Lorenzo sendiri belakangan dihubungkan dengan tim lain, salah satunya Ducati. Terkait hal itu rider Spanyol tersebut mengaku lebih memilih secepatnya teken kontrak baru dengan Yamaha, walaupun tetap siap menunggu sampai tengah musim. 

"Saya siap seandainya harus menunggu sampai pertengahan musim untuk memperbarui kontrak," kata Lorenzo seperti dikutip Motorsport.com.

"Selalu seperti itu. Tapi kalau kami bisa memajukannya, bahwa saya masih akan bertahan dengan Yamaha, agar dapat balapan dengan lebih tenang maka itu tentu akan membantu saya dan juga tim.

"Saat ini kami belum melakukan pembahasan, tapi mungkin akan segera melakukannya," tuturnya.