::

Selasa, April 19

Susahnya Listrik di Sorong Selatan, Beli Bensin 50 Km untuk Hidupkan Genset


Sorong Selatan -Fasilitas jaringan listrik ternyata belum bisa dinikmati oleh mereka yang tinggal di wilayah Indonesia timur. Salah satunya di Desa Klamit, Distrik Salama, Kabupaten Sorong Selatan.

Sedikitnya ada 100 kepala keluarga yang tinggal di desa tersebut, juga ada Bank Papua sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang terletak berdampingan dengan pasar Desa Klamit.

Amat disayangkan, dalam operasional setiap harinya, lembaga keuangan ini masih mengandalkan genset untuk melayani nasabah.

"Belum (ada listrik), pakai genset bensin," jelas salah satu pegawai Bank Papua Cabang Desa Klamit, Alfius, kepada detikFinance di Kabupaten Sorong Selatan, Rabu (20/4/2016).

Untuk mendapatkan bensin, harus membeli sekitar 50 kilometer (km) ke daerah Teminabuan, Ibukota Kabupaten Sorong Selatan. Kebutuhan bensin untuk genset sekitar 5 liter setiap harinya.

"Beli 50 kilometer (km), jauh sekali. Kebutuhan 5 liter setiap hari, per liternya Rp 10.000," tutur Alfius.

Mengingat minimnya moda transportasi lokal di Sorong Selatan, pihaknya rutin setiap minggunya membeli bensin ke Teminabuan yang berjarak 50 kilometer (km) dari Kabupaten Sorong Selatan denga menyewa mobil atau yang biasa warga Desa Klamit sebut taksi.

"Naik taksi dari sini Rp 50.000 ke Teminabuan, ke sini lagi Rp 50.000. Seminggu kebutuhan dua jeriken, satu jeriken 25 liter," ujar Alfius.

Kondisi serupa juga dialami warga di Desa Klamit, Distrik Salama, Kabupaten Sorong Selatan. Mereka memanfaatkan cahaya dari lampu minyak untuk penerangan setiap malamnya.

"Rumah-rumah pakai pelita (lampu minyak), semacam minyak tanah pakai api toh," tambah Alfius.

Soal akses teknologi pun mereka masih minim perhatian. Mereka harus menelan kenyataan akan sulitnya komunikasi via telepon genggam. Sehingga, mereka perlu pergi ke Aptemi yang jaraknya cukup jauh untuk dijangkau warga desa Klamit.
(hns/hns) 
detik.com

0 comments:

Posting Komentar