Omar Nazzal merupakan anggota sekretariat Sindikat Jurnalis Palestina (PJS). Seperti dilansir AFP, Selasa (26/4/2016), Nazzal ditahan oleh otoritas Israel pada Sabtu (23/4) lalu di perbatasan antara Tepi Barat dan Yordania.
Saat itu, Nazzal tengah dalam perjalanan menghadiri pertemuan dengan Federasi Jurnalis Eropa di Bosnia.
Dalam pernyataannya, Shin Bet menyebut Nazzal baru-baru ini ditunjuk menjadi direktur Palestine Today, stasiun televisi yang dinyatakan ilegal pada Februari lalu. Israel juga menyebut Nazzal aktif dalam Front Pembebasan Palestina, partai politik sayap kiri yang dituding Israel banyak mendalangi terorisme.
"Omar telah bertahun-tahun dikenal sebagai aktivis Popular Front (Front Pembebasan Palestina): dia ditangkap sekarang karena keterlibatannya dalam aktivitas Popular Front baru-baru ini," terang Shin Bet dalam keterangan tertulisnya.
Shin Bet menegaskan, Nazzal tidak ditahan karena tugas jurnalismenya. "Tapi karena keterlibatannya dalam aktivitas kelompok teror," sebut Shin Bet.
Menanggapi penangkapan ini, PJS menyerukan kepada Komisi Palang Merah Internasional (ICRC) untuk mengintervensi kasus Nazzal. Perwakilan PJS bertemu dengan perwakilan ICRC di Ramallah pada Minggu (24/4), untuk membahas hal ini.
"Kami menjelaskan kepada ICRC bahwa sangat penting untuk segera mengunjungi Omar Nazzal," terang anggota sekretariat PJS, Musa al-Sher, kepada AFP. ICRC merupakan satu-satunya organisasi internasional yang diizinkan mengunjungi warga Palestina yang ditahan otoritas Israel.
Kantor Palestine Today yang ada di Ramallah digeledah tentara Israel pada Maret lalu, setelah televisi itu dituding melakukan penghasutan. Kementerian Informasi Palestina menuding penangkapan ini sebagai wujud kesengajaan Israel dalam menargetkan jurnalis Palestina, sembari merujuk pada penggeledahan beberapa stasiun radio lokal dalam beberapa bulan terakhir.
(nvc/ita)






0 comments:
Posting Komentar