Jakarta -Industri padat karya seringkali menjadi target utama investor untuk memperpanjang perputaran uangnya. Hal ini dikarenakan besarnya margin keuntungan yang bisa didapatkan dari industri yang melibatkan banyak orang tersebut.
Namun, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bahwa terjadi penurunan investasi investasi di salah satu sektor industri padat karya. Penurunan investasi terjadi pada industri alas kaki pada triwulan I-2016.
"Triwulan I-2016 dibandingkan triwulan I-2015 alas kaki turun, dari Rp 12,84 triliun hanya Rp 372 miliar," terang Kepala BKPM, Franky Sibarani, saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (25/4/2016).
Sedangkan untuk beberapa industri padat karya lainnya mengalami peningkatan yang berarti, antara lain:
1. Industri kayu naik dari Rp 265 miliar jadi Rp 775 miliar atau naik 193%.
2. Makanan naik lebih besar Rp 149 miliar jadi Rp 15 triliun.
3. Tekstil Rp 1,243 triliun jadi Rp 3,649 triliun atau naik sebesar 194 %.
Penurunan investasi di industri alas kaki akan didalami oleh BKPM. Namun pihaknya menyebutkan bahwa penurunan tersebut terjadi karena adanya proyek perluasan pabrik alas kaki yang sempat berlangsung di beberapa kawasan industri.
"Nanti kita akan dalami ini. Sangat mungkin karena beberapa project perluasan untuk industri sepatu selesai," tutur Franky.
Secara keseluruhan, investasi di industri padat karya mengalami kenaikan dan berpeluang untuk terus naik pada triwulan II dan triwulan III-2016.
"Secara total industri padat karya dari keempat tadi kenaikan 39% dari Rp 14,496 triliun menjadi Rp 20,217 triliun," jelas Franky.
detik.com







0 comments:
Posting Komentar