::

Senin, April 25

Sukses e-Village, Banyuwangi Jadi Role Model Penerapan Sistem Layanan Rujukan Terpadu


Banyuwangi - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi program e-villege, smart kampung dan UGD Kemiskinan yang diterapkan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Mensos berencana menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai role model penerapan Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan melalui tiga kartu sakti yang dikeluarkan pemerintah yaitu Kartu Indonesia Sehat, Kartu (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

"Saya belum sampaikan ke bupati tapi saya ingin ini menjadi role model dari sistem rujukan terpadu yang tahun ini kita siapkan 50 kabupaten/kota supaya update dari seluruh layanan kemiskinan lalu responnya kita selalu berusaha quick response, quick response, quick respons dan itu rupanya sudah dilakukan oleh Banyuwangi melalui smart kampung, e village budgeting dan UGD kemiskinan dll. Ini akan jadi bagian untuk bisa dijadikan role model secara nasional," kata Khofifah usai penyerahan bantuan PKH di Pendopo Grha Sabha Swagata, Jl Sritanjung, Banyuwangi, Senin (25/4/2016).

Khofifah menjelaskan saat ini sudah menyiapkan 50 kabupaten untuk menerapkan layanan SLRT dan sudah ada 5 kabupaten yang menjadi pilot project diantaranya Bantaeng dan Sragen. Khofifah ingin pelayanan tiga kartu ini cepat dan responsif serta menyisir semua keluarga yang membutuhkan bantuan.

"Kita harus bersambung dengan yang disiapkan daerah, penyisiran data itu memang bu/pak kades menjadi sangat penting untuk bisa melakukan update. Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) itu pentingnya untuk update dari kesejahteraan sosial. Jadi bukan hanya KIS, PKH, Kartu Indonesia Pintar, misalnya ada rumah tidak layak huni kemudian misalnya lansia kurang mampu terlantar," jelasnya.

Dengan program yang sudah dimiliki oleh Banyuwangi, Khofifah ingin menjadikan Banyuwangi sebagai daerah percontohan nasional. Bila berhasil dia akan membawa laporannya dalam Sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Saya berharap dalam waktu dekat bisa tidur di salah satu kampung di Banyuwangi. Saya ingin ini menjadi sistem Layanan terpadu sehingga bulan November yang akan datang kita bisa menyampaikan format ini kepada PBB. Karena memang ada format yang diharapkan bisa menjadi role model di dunia. Sehingga apa yang diinisiasi oleh Banyuwangi bisa dijadikan role model di Indonesia tapi juga negara-negara lain di dunia," katanya.

Khofifah mengapresiasi keberhasilan smart kampung karena dengan itu warga desa di Banyuwangi sudah melek teknologi. Hal ini tentu memudahkan proses konektivitas dan klarifikasi data-data lapangan dengan milik Kemensos.

"Bahkan desa-desa sudah sewa bandwith misalnya. Kita di Kemensos juga, bagaimana konektivitas diantara update data di kabupaten Banyuwangi yang berbasis data bisa kita sambung dengan sistem update data di kemensos.  Jadi 1 April BDI (Basis Data Induk) dan BDT (Basis Data Terpadu) itu sudah di kemensos," tambahnya.

Lalu kapan realisasi menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai role model?

"Kalau nanti pak bupati sepakat bisa langsung kita tunjuk. Saya baru terinformasikan sistem yang sudah dibangun ini sangat komprehensif SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu) kalau itu diimplan kesini dia sudah nyambung pada konektifitas nasional," jelasnya. 
(dra/dra)
detik.com

0 comments:

Posting Komentar