::

Minggu, April 24

Mengenal Rustam Effendi, Wali Kota Jakut yang 'Bersitegang' dengan Ahok


Jakarta - Nama Rustam Effendi yang kini menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Utara sedang hangat diperbincangkan. Terutama setelah curahan hatinya terkait kecurigaan bermain politik oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) di akun Facebook miliknya mencuat.

Siapa sebenarnya Rustam? Rustam Effendi lahir di Jakarta pada tanggal 13 Oktober 1960.

Rustam mengawali kariernya di birokrasi Ibu Kota dari pegawai harian lepas (PHL) di kantor Kelurahan Rawabuaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Jenjang kariernya terus moncer hingga menduduki jabatan strategis di kursi birokrasi.

Pada tahun 2014, Rustam pernah menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Pusat. Namun saat Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah diangkat oleh Gubernur DKI yang kala itu dijabat Joko Widodo menjadi Sekretaris DKI, Rustam ditunjuk menjadi Plt Wali Kota Jakarta Pusat.

Selanjutnya, Rustam ditunjuk oleh Ahok menjadi Wali Kota Jakarta Utara pada tanggal 2 Januari 2015. Adapun pangkat dan golongan Rustam saat ini adalah Pembina Tingkat I (IV/b).

Selama kepemimpinannya, Rustam telah melakukan penertiban di sejumlah wilayah utara Jakarta, seperti di Jalan Tubagus Angke, Kali Karang, Kali Cakung Lama dan Anak Kali Ciliwung Ancol. Ia juga ikut menertibkan kawasan lokalisasi Kalijodo serta Pasar Ikan tahun ini yang sempat mengundang banyak pro dan kontra.

Ahok juga pernah memuji prestasi Rustam. Pada 13 Agustus 2015, misalnya, Ahok menyebut kinerja Rustam di Jakarta Utara masih baik sehingga rencana merotasinya menjadi Wali Kota Jakarta Barat dia urungkan.

Kini, Rustam tengah dirundung gundah gulana. Hal ini bermula saat rapat penanganan pascabanjir di Ruang Smart City Balai Kota, Jumat (22/4/2016), Ahok menuding Rustam sebagai kompatriot bakal calon gubernur DKI Jakarta Yusril Ihza Mahendra. 

Awalnya, Ahok mengemukakan ide agar saluran air dari Ancol diteruskan sehingga menyambung sampai Pasar Ikan. Dengan demikian, diharapkan kawasan pintu air  Ancol tak bakal banjir.

Ahok kesal lantaran Rustam tidak segera menindaklanjuti usulan penertiban saluran air dari Ancol untuk diteruskan menyambung ke Pasar Ikan. Ahok menduga, Rustam sekubu dengan Yusril.

"Aduh, ini Pak Wali kota ini saya selalu bilang begini Pak Wali, Pak Wali kalau saya suruh usir orang itu wah ngeyelnya ngeles," kata Ahok kesal kepada Rustam.

"Jangan-jangan satu pihak sama Yusril ini, supaya...," tuding Ahok namun tak melanjutkan kalimatnya.

Mendengar itu, Rustam terlihat menggerakkan tangannya ke arah Ahok, gestur menolak tudingan tersebut. Belakangan, Ahok menyebut apa yang dikatakannya hanya candaan saja. 

Namun Rustam kemudian curhat dalam sebuah tulisan panjang berjudul 'Bekerja dengan Hati, Suatu Ironi' di akun Facebook pribadinya.

Rustam menegaskan dia sudah bekerja sepenuh hati untuk warga Jakarta Utara. Kecurigaan Ahok terasa sangat menyakitkan baginya. Apalagi kecurigaan itu diumbar di muka publik.

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya kepada atasan, yakni Ahok. "Berbeda dengan tuduhan yg menjurus fitnah apalagi keluar dari mulut pimpinan adalah sesuatu yg SANGAT MENYAKITKAN," demikian tulisnya seperti dikutip detikcom pada Sabtu (23/4).
detik.com

0 comments:

Posting Komentar