::

Rabu, April 20

Bank Mandiri Ajak Bank Jerman Kucuri Kredit Proyek Infrastruktur


Jakarta -
PT Bank Mandiri Tbk melakukan kerja sama dengan lembaga pembiayaan proyek dan ekspor asal Jerman, KfW IPEX-Bank, mendorong pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.

Bank Mandiri dan KfW IPEX-Bank akan mengkaji berbagai alternatif skema pembiayaan infrastruktur yang dapat dilakukan, termasuk skema join loansyndicated loan, ECA covered loan, dan corporate lending. Adapun proyek infrastruktur yang diincar antara lain transportasi dalam kota, pelabuhan dan bandara.

"Ini acara yang cukup penting bagi kami, kolaborasi dengan KfW IPEX-Bank untuk orang yang terlibat difinance industry tahu KfW cukup aktif kembangkan kooperasi cross border. Salah satu kesempatan kerja sama di pengembangan infrastruktur, pembangunan infrastruktur di Indonesia salah satu fokus utama untuk pertumbuhan ekonomi. Ada banyak di Bank Mandiri yang mau dieksplor dengan KfW ada toll roadseaports,airportselectricity, dan energy," kata Direktur Finance and Treasury Bank Mandiri, Pahala N Mansury, usai penandatangan kerja sama Bank Mandiri dengan KfW IPEX-Bank, di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (20/4/2016).

Kerjasama ini dinilai cukup penting mengingat lembaga pembiayaan Jerman tersebut memiliki kapasitas permodalan dan pengalaman yang kuat di bidang infrastruktur sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif solusi untuk mempercepat pengadaan infrastruktur.

"Di samping skema pembiayaan, tentunya kami juga akan berdiskusi untuk mengidentifikasi dan menentukan proyek-proyek infrastruktur yang berpeluang untuk memperoleh pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik proyek," lanjut Pahala.

Pahala menambahkan, pembangunan infrastruktur telah menjadi salah satu fokus utama pembiayaan perseroan seiring dengan program Nawacita Kabinet Kerja. Komitmen itu direalisasikan antara lain melalui pembiayaan ke sektor konstruksi yang pada triwulan pertama 2016 telah mencapai Rp 19,5 triliun, tumbuh 2,3 % dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 19,1 triliun.
(ang/ang) 
detik.com

0 comments:

Posting Komentar