Jakarta - Jorge Lorenzo sudah
memulai usaha mempertahankan gelar dengan oke. Sirkuit berikutnya memberi
tantangan tersendiri karena belum pernah bisa ia menangi.
Rider Spanyol juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 itu mengawali balapan musim ini di Qatar dengan sebuah hasil "lengkap"; posisi pole, kemenangan dalam balapan, dan fastest lap.
Itu merupakan kali ketiga Lorenzo meraih kemenangan di Qatar pada kelas primer. Secara keseluruhan di semua kelas, itu merupakan kemenangannya yang keenam di balapan seri tersebut.
Rider Movistar Yamaha itu juga menjadi pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di Qatar setelah sebelumnya sempat sejajar dengan Casey Stoner (lima kemenangan).
Pada akhir pekan sudah menanti MotoGP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, yang podium teratasnya sejauh ini malah belum pernah dipijak oleh Lorenzo.
Balapan di Argentina ini sendiri baru dua musim terakhir kembali dihelat, setelah sebelumnya absen dari tahun 1999. Dari dua kesempatan tersebut, hasil Lorenzo adalah finis kelima pada musim lalu dan finis ketiga di 2004.
"Dari seluruh sirkuit yang saat ini ada di kalendar balap, inilah trek terlemahnya. Tapi ban baru Michelin bisa saja mengubah peruntungannya," sebut MotoGP.com.
Dari dua edisi MotoGP Argentina, Valentino Rossi yang rekan setim Lorenzo hadir jadi pemenang pada musim lalu dan sebelum itu ada Marc Marquez dari Repsol Honda yang berjaya.
(krs/raw)
Rider Spanyol juara dunia MotoGP 2010, 2012, dan 2015 itu mengawali balapan musim ini di Qatar dengan sebuah hasil "lengkap"; posisi pole, kemenangan dalam balapan, dan fastest lap.
Itu merupakan kali ketiga Lorenzo meraih kemenangan di Qatar pada kelas primer. Secara keseluruhan di semua kelas, itu merupakan kemenangannya yang keenam di balapan seri tersebut.
Rider Movistar Yamaha itu juga menjadi pebalap dengan jumlah kemenangan terbanyak di Qatar setelah sebelumnya sempat sejajar dengan Casey Stoner (lima kemenangan).
Pada akhir pekan sudah menanti MotoGP Argentina di Autodromo Termas de Rio Hondo, yang podium teratasnya sejauh ini malah belum pernah dipijak oleh Lorenzo.
Balapan di Argentina ini sendiri baru dua musim terakhir kembali dihelat, setelah sebelumnya absen dari tahun 1999. Dari dua kesempatan tersebut, hasil Lorenzo adalah finis kelima pada musim lalu dan finis ketiga di 2004.
"Dari seluruh sirkuit yang saat ini ada di kalendar balap, inilah trek terlemahnya. Tapi ban baru Michelin bisa saja mengubah peruntungannya," sebut MotoGP.com.
Dari dua edisi MotoGP Argentina, Valentino Rossi yang rekan setim Lorenzo hadir jadi pemenang pada musim lalu dan sebelum itu ada Marc Marquez dari Repsol Honda yang berjaya.
(krs/raw)







0 comments:
Posting Komentar