Jakarta - Pada hari ini, tahun
1958, juara 5 kali Formula One Juan Manuel Fangio dari Argentina diculik.
Penculikan didalangi oleh pemberontak yang dipimpin oleh Fidel Castro.
Fangio diciduk dari hotelnya di Havana sehari sebelum
Cuba Grand Prix, sebuah perhelatan besar yang dimaksudkan untuk mempromosikan
negara kepulauan itu. Ia dibebaskan beberapa jam kemudian sebelum balapan
dimulai. Utuh tanpa lecet sedikitpun.
Penculikan bermaksud untuk mencari perhatian
internasional dan membuat malu Presiden Kuba Fulgencio Batista.
Pemerintahannya itu akhirnya digulingkan Castro pada 1 Januari 1959.
Selain aksi penculikan Fangio, Cuba Grand Prix diwarnai
oleh tragedi.
Pebalap Kuba, Armbando Garcia Cifuentes kehilangan
kendali atas mobilnya akibat oli di landasan sehingga terpelanting ke arah
penonton. 7 Orang tewas dan puluhan terluka.
Sesaat spekulasi bergulir bahwa pemberontak Castro-lah
dalang sabotase di belakang oli di lapangan. Namun belakangan, investigasi
menyebutkan kejadian itu akibat kebocoran dari mobil pebalap Argentina Roberto
Mieres.
Insiden penculikan mengakhiri karier Juel Manuel Fangio
sebagai pebalap.
Lahir pada 24 Juni 1911 di Balcare, Argentina, Fangio
berhenti sekolah pada usia 11 tahun dan memilih untuk jadi asisten mekanik
mobil. Ia juga disebut-sebut pemuda nyentrik yang mengemudikan mobilnya ngebut
di jalanan berbatu di Amerika Selatan, menurut berita duka kematiannya pada
1995 di New York Times,seperti dilansir dari History.com
Fangio pertama kali memenangkan balap dunia tahun 1951.
Lalu, berturut-turut ia memenangkan F1 pada 1954, 1955, 1956 dan 1957.
Fangio meninggalkan dunia balap pada 1958 dan
mengatakan mobil-mobil itu terlalu cepat dan berbahaya.
"Ia bisa bertahan untuk menikmati kejayaannya kelak
karena ia berlomba di masa tanpa sabuk pengaman dan baju antikebakaran.
Kemenangannya itu akibat dari kemampuannya, mobil yang ia kemudikan dan
keberuntungan yang tak sedikit," tulisTIMES.
Fangio meninggal dunia di Buenos Aires di usia 84 tahun
pada 17 Juli 1995. Rekornya sebagai pemenang 5 kali Formula One tak terpecahkan hingga
2003. Saat itu, pebalap Jerman Michael Schumacer memenangkan ke-6 kalinya
juara dunia. Diketahui, Schumacer pamit dari dunia balap setelah kemenangannya
yang ketujuh.
Di hari yang sama pula, pada tahun 1887 terjadi gempa
bumi besar di French Riviera yang terletak di garis pantai Mediterania. Sekitar
2 ribu orang dilaporkan tewas dalam musibah tersebut








0 comments:
Posting Komentar