::

Senin, Februari 29

Jejak Aborsi Ilegal di Pusat Jakarta

JAKARTA


- Berawal dari maraknya website yang menawarkan jasa aborsi, Polda Metro Jaya tergerak untuk mengungkap hal tersebut. Namun, membongkar praktik aborsi ilegal tidak semudah membalik telapak tangan.  
Guna mengungkap praktik pembunuhan bayi dalam kandungan itu, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya harus menerjunkan 2 polisi wanita untuk menyamar selama 2 minggu.

Dengan berpura-pura menjadi pasien, 2 Polwan yakni Bripka Eka dan Bripka Rina mendatangi klinik aborsi yang terletak di kawasan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat 19 Februari 2016.
"Kurang lebih 9 website yang datanya ada di kami. Kami coba komunikasi dengan pengelola website kemudian dijawab," ujar Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid mengungkapkan cerita penyamaran tersebut.
Bripka Eka awalnya diarahkan ke Klinik Spesialis Kehamilan dan Kandungan di Jalan Cisadane Nomor 4. Di tempat ini, tepatnya di depa rumah berpagar besi putih, terpasang plang bertuliskan 'Praktek Dokter Ihsan Oetama Sp.OG Ahli Obstetri dan Ginekologi'.

Eka kemudian menjelaskan niat aborsinya dengan mengarang cerita, ia hamil dalam kondisi proses perceraian dengan suami. Saat itu ada 2 suster yang melayaninya, satu suster berlatar belakang medis, satu lagi suster gadungan.

0 comments:

Posting Komentar