Jakarta - Penurunan
suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) ke level 7 persen seharusnya dapat
memicu penurunan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Bank Tabungan Negara
(BTN) sebagai bank perumahan dinilai seharusnya menjadi pelopor penurunan suku
bunga KPR tersebut.
Demikian diungkapkan Pengamat Properti Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda , Selasa (23/2/2016).
Mengacu pada riset IPW yang menyebutkan, setiap penurunan 1 persen suku bunga KPR akan meningkatkan potensi pasar KPR sebesar 4 persen-5 persen. Dengan penurunan BI Rate dari 7,5 persen menjadi saat ini 7 persen dimungkinkan suku bunga KPR ikut turun menjadi satu digit.
Sementara saat ini Suku Bunga Dasar (SBDK) masing-masing bank masih berada di level dua digit. Jika suku bunga KPR menjadi satu digit berarti akan ada potensi peningkatan pangsa pasar KPR 10 persen- 25 persen pada 2016.
Demikian diungkapkan Pengamat Properti Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda , Selasa (23/2/2016).
Mengacu pada riset IPW yang menyebutkan, setiap penurunan 1 persen suku bunga KPR akan meningkatkan potensi pasar KPR sebesar 4 persen-5 persen. Dengan penurunan BI Rate dari 7,5 persen menjadi saat ini 7 persen dimungkinkan suku bunga KPR ikut turun menjadi satu digit.
Sementara saat ini Suku Bunga Dasar (SBDK) masing-masing bank masih berada di level dua digit. Jika suku bunga KPR menjadi satu digit berarti akan ada potensi peningkatan pangsa pasar KPR 10 persen- 25 persen pada 2016.







0 comments:
Posting Komentar