Bandung - Sekitar 3,5 juta suara warga di Jawa Barat diduga rawan dimanipulasi pada pelaksanaan Pilgub Jabar 2018 mendatang. Angka itu merupakan perbedaan selisih jumlah warga antara Kemendagri dan BPS.
Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar saat menerima rombongan DPD RI di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (18/4/2016). "Data dari BPS dan Disdukcapil ada 46 juta lebih warga di Jabar, sementara Kemendagri ada 43 juta. Ada selisih 3,5 juta orang yang rawan dimanipulasi," ujar Deddy.
Menurut keterangan dari Kemendagri, kata Deddy, terjadinya selisih jumlah penduduk itu karena ada NIK yang ganda. "Ini harus segera divalidasi, segera diklarifikasi. Tahun depan ada tiga daerah yang akan melakukan pilkada serentak. 2018, ada 16 daerah termasuk provinsi yang akan menggelar Pilkada," katanya.
Kalau hal ini dibiarkan, lanjutnya, akan menjadi masalah besar pada Pilkada. "Jumlahnya tidak sedikit, itu 8 persen dari jumlah penduduk. Bayangkan semua calon ini bisa mengajukan ke MK mempermasalahkan ini," cetusnya.
Seperti diketahui tiga daerah di Jabar yang akan menggelar Pilkada serentak pada 2017 adalah Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Bekasi. Sementara pada 2018, ada 16 daerah termasuk provinsi Jabar yang akan menggelar Pilkada.
(err/try)
detik.com







0 comments:
Posting Komentar