Rania dipercaya 'menghidupkan' kembali sosok sang pahlawan setelah sebelumnya ia berhasil melewati proses audisi.
"Waktu itu casting nothing to lose aja iseng-iseng. Kalau nggak diterima ya nggak apa-apa, paling nggak ada pembelajaranlah di situ. Iseng-iseng kirim video ternyata dipanggil untuk casting di Jakarta," ujarnya saat ditemui di acara press screening film tersebut belum lama ini di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Namun di balik keisengannya, sosok Kartini sendiri menginspirasi Rania dalam beberapa hal. Salah satunya soal mencapai pendidikan. Dara kelahiran 30 Agustus 1994 ini masih menuntut pendidikan kuliah di jurusan Bisnis dan Manajemen di sebuah universitas di Surabaya.
"Sejauh ini aku berusaha balance sih. Alhamdulillah aku udah mau lulus, sekarang lagi sibuk skripsi dan bentar lagi mau sidang," tuturnya.
Namun bicara soal peran, adakah beban yang ia rasakan kala dipercaya memerankan Kartini? Untuk yang satu itu, Rania mengaku mencari banyak referensi tentang kehidupan Kartini dari berbagai sumber.
Karena memerankan sosok yang telah tiada diakuinya cukup sulit.
"Aku banyak browsing video, suasana 1900-an, lagunya. Terus dapat rekomendasi film-film Kartini zaman dulu. Aku nonton filmnya yang diperanin sama mbak Yenny Rachman. Dari situ cukup terbantu. Bagaimana jalan pakai kebaya, tata krama ketemu orangtua. Yang seperti itu yang dicari. Terus baca-baca buku, apalagi surat-surat Kartini," ungkap bintang berambut panjang ini.
Rania menjadi lawan akting Chicco Jerikho yang memerankan sosok tukang pos bernama Sarwadi. Latar ceritanya diambil dari kehidupan Kartini di era 1922. Sosok Sarwadi sendiri adalah karakter fiksi yang kisahnya sengaja dilekatkan dengan sejarah nyata kehidupan Kartini.
Secara keseluruhan 'Surat Cinta untuk Kartini' adalah drama yang terinpirasi dari kehidupan sejarah sosok pahlawan dan penulis buku 'Habis Gelap Terbitlah Terang'. Film yang melakukan syuting di Klaten hingga Solo ini dijadwalkan rilis 21 April mendatang di layar lebar. (doc/doc)







0 comments:
Posting Komentar