::

Minggu, April 10

First Asia Capital: Saham Tambang dan Energi Berpeluang Naik


Jakarta -IHSG akhir pekan kemarin bergerak di teritori negatif sepanjang perdagangan. Koreksi terutama melanda saham perbankan dan aneka industri. Sedangkan aksi beli selektif mewarnai saham pertambangan dan jasa konstruksi. IHSG ditutup koreksi 20,581 poin (0,42%) di 4.846,704. Koreksi IHSG akhir pekan lalu terimbas faktor eksternal setelah pasar saham global mengkhawatirkan perlambatan ekonomi global menyusul isyarat IMF yang akan menurunkan kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Namun selama sepekan IHSG berhasil menguat tipis 0,07%, bertahan dari koreksi pasar saham global dan emerging market.

Pada saat yang sama Indeks The MSCI Emerging Market koreksi 1,1%. Saham sektoral yang bullish pekan lalu adalah pertambangan dan infrastruktur. Sentimen pasar sepekan kemarin digerakkan oleh rally harga minyak mentah dan komoditas tambang lainnya dan sentimen individual emiten terkait antisipasi pasar terhadap kinerja 1Q15 dan pembagian dividen. 

Harga minyak mentah akhir pekan kemarin di AS naik 6,44% di US$ 39,72/barel dan selama sepekan naik 8% menyusul spekulasi pasar menjelang pertemuan Doha 17 April mendatang, di mana negara produsen minyak OPEC dan Rusia berpeluang mencapai kesepakatan untuk menahan produksi minyaknya. 

Sementara itu bursa global akhir pekan lalu berhasil rebound setelah hari sebelumnya koreksi. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing menguat 0,2% dan 0,3% tutup di 17.576,96 dan 2.047,60. Penguatan di Wall Street terutama ditopang kenaikan saham sektor energi merespon kenaikan harga minyak mentah.

Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, pelaku pasar berpeluang mengakumulasi kembali saham sektoral setelah risiko pasar saham global rendah akhir pekan lalu. Penguatan harga minyak mentah akan berpeluang mengangkat kembali saham sektoral berbasiskan komoditas tambang dan energi. Sejumlah saham unggulan yang terkoreksi pekan lalu berpeluang rebound pada perdagangan awal pekan ini. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support 4.820 hingga resisten di 4.900 berpeluang rebound.                            

S1 4820  S2 4785  R1 4870  R2 4900  

Saham Pilihan

  • ASII 7100-7400 Buy, SL 7000
  • UNTR 15400-15900 Buy, SL 14900
  • ADHI 2730-2840 Buy, SL 2650
  • WIKA 2640-2720 Buy, SL 2600
  • PTBA 6450-6900 Buy, SL 6100
  • ELSA 356-384 TB, SL 340
  • ADRO 690-750 TB, SL 650
(wdl/wdl)

sumber=detik.com

0 comments:

Posting Komentar