Jakarta -Jatuhnya harga minyak dunia yang sudah berlangsung selama 1 tahun belakangan juga berdampak terhadap sewa ruang perkantoran khususnya di kawasan Central Business District (CBD) di Jakarta.
"Pasar yang paling berdampak adalah perkantoran, saat ini permintaan dan aktifitas transaksi ruang perkantoran relatif lesu selama kuartal I tahun 2016 yang dipengaruhi harga minyak yang terus turun," ungkap Director Research and Advisory Cushman and Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo, di kantornya, Jakarta, Kamis (14/4/2016).
Oleh sebab itu, penyerapan di tingkat hunian perkantoran turun 4% dari sebelumnya 85% di 2015 menjadi 81% pada kuartal 1 tahun 2016 disertai dengan penambahan pasokan. Ia mengatakan selain perusahaan minyak yang mengurangi penggunaan ruang kantor, permintaan ruang kantor untuk bisnis perbankan dan keuangan saat ini juga ikut melemah.
"Pasar perkantoran dari segi penyerapan di tingkat hunian kuartal I 2016 berkurang dari 85% ke 81% disamping karena penambahan pasokan ini juga berkaitan dengan perusahaan industri energi yang mengurangi office space dan perusahaan finansial nggak ada ekspansi," kata Arief.
Saat ini permintaan ruang kantor yang masih aktif terjadi di perusahaan IT.
"Perusahaan IT relatif masih aktif, karena penurunan tingkat hunian harga sewa ikut menurun sehingga mereka memanfaatkan untuk mencari tempat yang lebih berkualitas untuk bisnisnya," tuturnya.
detik.com







0 comments:
Posting Komentar