::

Rabu, April 13

Kang Yoto Jadikan Mobil Pribadi Jadi Mobil Dinasnya


Jakarta - Bupati Bojonegoro Suyoto yang akrab disapa Kang Yoto tak suka bermewah-mewah dengan fasilitas. Menolak mobil dinas baru, Kang Yoto bahkan menggunakan mobil pribadinya sebagai mobil dinas.

Pada saat awal menjabat Bupati Bojonegoro untuk periode pertama, Kang Yoto ditawari mobil dinas baru. Itu sesuai kelaziman di Bojonegoro setiap ganti bupati disediakan kendaraan dinas baru. Saat itu Kang Yoto menolak, dia memilih tetap memakai mobil dinas lungsuran bupati lama yakni Toyota Camry tahun 2003. Mobil berpelat S 1 itu pun masih tetap di garasi rumah dinas Bupati Bojonegoro sampai saat in.

Kenapa Kang Yoto memilih tetap menggunakan mobil dinas yang lama? Bagi Kang Yoto yang terpenting kendaraannya masih bagus dan bisa dipakai.

"Yang kedua kebetulan awal tahun 2008 saya punya kendaraan Fortuner baru, yang rasanya waktu itu kok lebih gagah ya, apalagi medan Bojonegoro sangat menantang waktu itu. Kalau saya minta baru untuk pengadaan kan perlu waktu. Ketiga, terus terang saya malu, soalnya APBD Pemkab waktu itu Rp 850-an miliar, sementara utangnya 350 miliar rupiah. Coba apa kata dunia. He he he," kata Kang Yoto.

Maka jadilah mobil pribadi Kang Yoto menjadi kendaraan dinas operasional dan keterusan hingga sekarang. Sedan Camry tahun 2003 dengan nomor polisi S 1 tetap digunakan untuk saat saat yang diperlukan.

Tapi penggunaan mobil pribadi ini pernah membuat Kang Yoto repot. "Menjelang pilkada kedua tahun 2012, sopir saya mengisi BBM non subsidi di SPBU langganan Pemkab, difoto dan disebarkan dengan judul "mobil mewah pribadi Bupati mengisi BBM non subsidi pakai uang dinas". Terus terang saya kaget juga mengetahuinya. Karena faktanya benar bahwa mobil itu sudah didinaskan, kan tidak ada bukti fisiknya, pelat nomornya kan tetap hitam. Walaupun yang menfoto juga tahu bahwa mobil itu sudah lama didinaskan, tapi untuk keperluan kampanye negatif kan cocok," kenangnya.

Namun Kang Yoto bersyukur publik lebih percaya soal mobil pribadi yang didinaskan. "Malah ada yang usul: agar mobil Kang Yoto disewakan murah ke Pemkab, agar memenuhi formalitas sebagai kendaraan dinas," urai Kang Yoto.

"Saya dapat pelajaran berharga di politik, kadang logika sehat kalah oleh formalisme. Dan begitu sebaliknya demi formalisme logika sehat kadang dikesampingkan. Logika sehat dan formalisme, keduanya harus diurus. Tapi itulah hidup dan saya menikmatinya", tambah Kang Yoto.

Apakah Kang Yoto masih mendinaskan mobil pribadinya? "Masih, tapi dua tahun yang lalu ada kendaraan operasional, Fortuner, bekas kendaraan dinas Pimpinan DPRD Bojonegoro. Lumayan, dipakai gantian sesuai keperluan. Tapi yang lebih top lagi, saya dapat kendaraan dinas motrol trail, bisa melaju di semua medan, sambil menantang adrenalin," pungkasnya.

Menjelang Pilgub DKI tahun 2017, banyak pihak mendorong kepala daerah yang berhasil membangun daerah untuk maju. Bahkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap kepala daerah yang sukses ikut meramaikan Pilgub DKI supaya warga Ibu Kota punya banyak pilihan calon kepala daerah.

Ada beberapa kepala daerah yang dinilai berhasil memimpin daerahnya antara lain Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo,  Bupati Bojonegoro Suyoto, Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Wali Kota Pangkal Pinang Irwansyah, dan Wali Kota Malang Moh Anton. Memang tak semuanya menyatakan siap maju Pilgub DKI, namun prestasi mereka memimpin daerah menjadi nilai plus jika mereka maju ke jenjang lebih tinggi. Siapa bakal jadi cagub DKI terbaik?
(van/nrl)
detik.com

0 comments:

Posting Komentar