VIVA.co.id - Pergerakan indeks harga saham habungan
(IHSG) diperkirakan akan berbalik menguat ke zona hijau pada perdagangan pekan
ini. Terdorong sentimen positif penguatan
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat
(AS).
Menurut analis PT HD
Capital Tbk, Yuganur Wijanarko, penguatan rupiah dari Rp15.000 ke Rp13.000 per
dolar AS menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG di pekan ini.
Selain itu, lanjutnya,
dari sisi perbankan, perbaikan pertumbuhan kredit di tengah perlambatan ekonomi
juga menjadi sentimen positif lainnya yang akan direspon pasar saham dalam
negeri.
"Akumulasi saham
di sektor perbankan yang mencakup 30 persen dari weighting market cap
IHSG," kata Yuganur, Senin, 4 April 2016
Faktor pendorong
lainnya, menurut Yuganur, penurunan suku bunga perbankan dan perbaikan ekonomi
yang ditandai peningkatan demand kredit kepemilikan rumah (KPR).
"Apresiasi real
asset berdenominasi rupiah akibat penguatan rupiah terhadap dolar AS dan value added dari proyek infrastruktur merupakan
insentif untuk mengakumulasi saham sektor properti," paparnya.
Dengan demikian, kata
Yuganur, 'angin sejuk' potensi penguatan IHSG pekan ini sebaiknya disikapi para
pelaku pasar dengan mengakumulasi saham perbankan dan properti, antara lain:
1. PT Bank Mandiri Tbk
(BMRI) dengan target trading di
level Rp10.550 yang memiliki dua arah masuk pembelian di posisi Rp10.075 dan
Rp9.975, disarankan cut-loss di
level Rp9.775.
2. PT Bank Rakyat
Indonesia Tbk (BBRI) dengan target trading di
level Rp11.650 yang memiliki dua arah masuk pembelian di posisi Rp11.175 dan
Rp10.975, disarankan cut-loss di
level Rp10.775.
3. PT Alam Sutera
Realty Tbk (ASRI) dengan target trading di
level Rp380 yang memiliki dua arah masuk pembelian di posisi Rp365 dan Rp355,
disarankan cut-loss di level Rp345.
4. PT Bumi Serpong
Damai Tbk (BSDE) dengan target trading di
level Rp1.920 yang memiliki dua arah masuk pembelian di posisi Rp1.825 dan
Rp1.795, disarankan cut-lossdi level
Rp1.775.
5. PT Bank Pembangunan
Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dengan target trading di
level Rp495 yang memiliki dua arah masuk pembelian di posisi Rp475 dan Rp465,
disarankan cut-loss di level Rp455.
(ase)







0 comments:
Posting Komentar